Biar Nggak Salah, Kenali Arti Kode Oli Kendaraan

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 12 Okt 2021 08:29 WIB
Tips menggunakan dipstick untuk mengecek kualitas dan volume oli mobil
Arti kode pada kemasan oli (Astra Peugeot)
Jakarta -

Oli merupakan komponen penting bagi sebuah kendaraan. Akan tetapi, masih banyak pemilik kendaraan yang belum memahami apa arti sejumlah kode yang tertera pada kemasan oli.

Jika kamu sering mengganti oli kendaraan, pasti terlihat berbagai kode mulai dari SAE, JASO, dan API yang tertera di kemasan oli. Namun, tahukah kamu arti dari kata tersebut?

Ternyata, pemberian nama tersebut bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kualitas oli dan pastinya disesuaikan dengan standar internasional dari berbagai macam negara.

Dilansir dari laman Auto200, berikut ini sejumlah arti dari kode oli kendaraan yang sering ditemukan pada kemasan oli.

1. Kode Oli SAE

SAE sendiri merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineer yang digunakan sebagai identifikasi dari kekentalan oli. SAE adalah suatu asosiasi yang mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik dan manufaktur.

Setiap kemasan oli akan tertulis kode huruf dan angka, sebagai contoh SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Nah, huruf W yang terletak di bagian belakang angka merupakan singkatan dari Winter. Nah, formulasi oli itu disesuaikan untuk musim dingin dan panas, sehingga saat suhu mobil dingin olinya tidak akan mengental.

Sementara itu, angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Lalu angka setelah huruf W atau paling belakang adalah tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja atau sudah panas.

Semakin besar angkanya maka semakin kental juga oli yang digunakan. Apabila semakin dingin suhu suatu wilayah, maka semakin encer tingkat kekentalannya, biasanya pada angka SAE 5W-35.

2. Kode Oli API

Kode oli yang bertuliskan API adalah singkatan dari American Petroleum Institute yang merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas oli. Dalam kemasan oli akan terlihat kode API dengan 2 tambahan huruf di bagian belakang, semisal API SN atau API CH.

Huruf pertama bertujuan untuk menentukan jenis mesin kendaraan. Jika menggunakan bensin maka dilambangkan dengan huruf S, sedangkan mesin diesel menggunakan huruf C.

Pada huruf kedua menunjukkan kualitas terbaru dari oli. Sebagai contoh, terdapat kode API SG dan API SN, API SN merupakan jenis oli yang lebih baru dan biasanya memiliki kualitas yang semakin baik dibandingkan dengan API SG. Jadi, semakin baru sebuah oli maka kode huruf di belakangnya akan semakin jauh.

Oli yang digunakan pada mobil-mobil produksi terbaru akan menggunakan oli dengan kode pada alfabet keduanya yang mendekati huruf Z. Namun, untuk mobil keluaran lama tidak disarankan untuk menggunakan oli keluaran terbaru. Soalnya, mesin mobil tersebut tidak dirancang untuk menerima tingkat kekentalan oli tertentu.

3. Kode Oli JASO

Sementara kode berhuruf JASO merupakan singkatan dari Japanese Automotive Standart Association, yakni sebuah lembaga Jepang yang mengecek standar kualitas oli. Namun, kode oli JASO ini khusus digunakan untuk sepeda motor saja, jadi pemilik mobil tidak bisa memakai olinya.

Kode oli JASO biasanya diikuti dengan huruf MA atau MB. Kedua huruf tersebut mengacu kepada pemakaian yang berbeda.

Oli JASO MA lebih cocok digunakan untuk sepeda motor dengan kopling basah seperti bebek dan sport. Oli JASO MA berfungsi untuk memberikan gesekan agar kopling tidak selip saat motor dikendarai.

Di sisi lain, JASO MB adalah oli untuk motor matic alias memiliki kopling kering. Oli dengan kode JASO MB memiliki daya gesekan yang lebih rendah dibandingkan oli dengan kode JASO MA.

Jadi, saat kamu ingin mengganti oli kendaraan selalu perhatikan kode yang tertera pada kemasan oli. Jangan sampai kamu salah mengisi oli dan justru berakibat fatal pada kinerja mesin.



Simak Video "Mobil Boros? Bisa Jadi Salah Pakai Oli Mesin"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)