Suka Campur-campur Bensin, Ini Bahayanya Buat Mobil

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 11 Sep 2021 15:41 WIB
LCGC tak isi bensin beroktan 92
Ilustrasi pengisian bensin mobil (Ridwan Arifin/detikoto)
Jakarta -

Karena alasan ekonomis, masih banyak pengendara mobil di Indonesia mengisi bensin kendaraannya tidak sesuai dengan standar yang dikeluarkan pabrikan. Selain itu banyak juga ditemui yang mengoplos bensin, mencampur-aduk bensin dengan jenis oktan berbeda. Padahal itu bahaya banget buat kendaraan.

Jika hal tersebut terus terjadi, bukan tidak mungkin mesin mobil akan mengalami kerusakan dalam jangka waktu yang panjang. Tentu, sebagai pemilik mobil kamu harus mengeluarkan biaya ekstra dalam memperbaikinya.

Rifat Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia mengatakan, bahwa penting bagi sebuah kendaraan untuk tidak diisi bahan bakar sembarangan. Hal ini karena setiap mobil memiliki ketentuan oktan sehingga tidak boleh diisi bahan bakar secara bebas.

Namun, jika dalam kondisi darurat seperti bensin habis di tengah jalan, tidak masalah jika harus mengisi bahan bakar dengan merek berbeda. Akan tetapi, usahakan menggunakan oktan yang sama.

"Semisal kita dihadapi kondisi darurat dengan bensin mobil habis, lalu SPBU terdekat yang bisa dicapai berbeda dari biasanya. Terus boleh apa enggak jika dicampur? Jelas tidak apa-apa. Terpenting oktannya harus sama," kata Rifat Sungkar dalam acara MMKSI Virtual Interview, Kamis (9/9/2021).

Rifat mengungkapkan, pemilik kendaraan khususnya mobil untuk tidak mencampur bahan bakar terus menerus. Hal ini bisa merusak mesin dan tentunya memperpendek usia kendaraan.

"Maka dari itu, kalau menambah oktan dengan cara mencampur itu tidak baik karena struktur bahan bakar dari mineral dan kimia, tingkat oksidasi, oksigen di situ jadi tidak sesuai," ujarnya.

Wakil Ketua IMI tersebut menambahkan ada sejumlah tips lain yang perlu diketahui oleh pemilik kendaraan. Soalnya, masih banyak dijumpai pengendara yang menganggap sepele kerusakan di dalam mobil.

Dalam melakukan perawatan rutin, setiap pemilik mobil harus mengetahui tipe kendaraan apa yang digunakan. Hal ini karena setiap model punya cara perawatan yang berbeda.

"Nah selain itu, untuk memulai merawat kendaraan pastikan dulu kenali mobil yang dimiliki. Apakah jenis MPV, SUV, atau sedan. Karena semua ini memiliki perawatan yang berbeda,"pungkas Rifat.



Simak Video "Suka Campur-campur Bensin, Ini Bahayanya Buat Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)