Ini Alasan dan Pentingnya Memanaskan Mobil yang Lama Tak Dipakai

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 24 Apr 2021 07:14 WIB
Sejumlah bengkel mulai didatangi pemudik yang melakukan perawatan kendaraan. Hal itu dilakukan untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan selama mudik lebaran.
Ilustrasi bengkel Mitsubishi Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat banyak pengendara lama memarkir kendaraannya karena memilih bekerja dari rumah. Nah Mitsubishi ingatkan nih, jika bertemu situasi demikian, disarankan pengendara untuk segera menservice kendaraan ya. Karena pelumas yang sudah mengendap lama tidak bagus untuk digunakan.

"Terkait oli atau pelumas sebenarnya produsen oli atau pelumas tidak ada statement atau berapa bulan atau berapa lama maksimum oli bisa ditahan di dalam mesin. Namun saat mobil diam selama sebulan yang menyebabkan pelumas mengendap lama, itu membuat beberapa part tidak lagi terlumasi pelumas dan saat dinyalakan bisa merusak part tersebut," ujar General Manager of After Sales Division PT MMKSI, Boediarto.

Untuk itu, lanjut Boediarto, disarankan untuk terus memanaskan mesin meski mobil terparkir lama agar part-part mesin bisa terselimuti pelumas semuanya.

"Sebaiknya mobil dipanaskan, kalau bisa 3 hari sekali, kalau ga bisa 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali, jangan sampai sebulan tidak dipanaskan nanti terjadi pengendapan dan nanti ada bagian tertentu yang tidak terlumasi. Dikhawatirkan pelumas akan mengental, kalau sudah sebulan lebih baik men-service mobil dan mengganti pelumas," ujar Boedi.

Sejumlah bengkel mulai didatangi pemudik yang melakukan perawatan kendaraan. Hal itu dilakukan untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan selama mudik lebaran.Sejumlah bengkel mulai didatangi pemudik yang melakukan perawatan kendaraan. Hal itu dilakukan untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan selama mudik lebaran. Foto: Grandyos Zafna

"Terkait pemeriksaaan oli, kalau kurang olinya ya ditambah. Tapi perlu diingat kalau mobil itu sudah stay lama atau sudah lama terparkir namun oli berkurang dicari apakah ada yang terbocor atau tidak. Ya intinya ditambah dan harus dipastikan olinya sama. Apa dampaknya? kalau ditambah oli baru tadinya, yang tadinya oli berumur itu 10 ribu km, jaraknya akan lebih sedikit," Boedi menambahkan.

Di kesempatan yang sama, Boedi mengatakan Mitsubishi menjamin ketersediaan sparepart di dealer Mitsubishi tidak akan berkurang. Karena meski mudik dilarang, akan ada dealer yang ditunjuk untuk terus memanjakan konsumen.

"MMKSI sampai saat ini bisa menjamin ketersediaan sparepart di dealer kita, karena di kita sudah ada yang mengontrol dan menaikkan level stock kita untuk meningkatkan pelonjakan demand. Jadi konsumen tidak perlu khawatir," tutup Boedi.



Simak Video "Bebas PPnBM, Ini Daftar Mobil di Bawah Rp 200 Juta di IIMS 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)