Awas Mobil Nyasar dan Tersesat di Hutan, Perhatikan Ini!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 15 Feb 2021 09:14 WIB
Mobil yang tersesat di hutan kawasan Gunung Putri Majalengka berhasil dievakuasi.
Mobil yang tersesat di hutan kawasan Gunung Putri Majalengka berhasil dievakuasi. Foto: Istimewa.
Jakarta -

Akhir pekan kemarin, ramai diberitakan sebuah mobil yang dikendarai warga Tasikmalaya tersesat di tengah hutan kawasan Gunung Putri, Blok Maniis, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.

Mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi Z 1167 LD yang dikendarai oleh Enjang Imron (49) itu tersasar dan tersesat di hutan. Kapolsek Cingambul AKP Udin Saepudin mengatakan, saat pengemudi melintas di Kecamatan Cingambul kondisi cuaca sedang hujan dan berkabut. Selain itu jalanan di lokasi itu juga banyak terdapat hutan pinus.

Udin mengatakan Enjang yang mengemudikan mobil tersebut tidak menghafal kondisi jalan sehingga akhirnya tersesat ke dalam hutan di kawasan Gunung Putri, Majalengka.

"Kondisinya kabut hujan dan di lokasi banyak hutan pinus jadi tersesat. Pengemudi juga tidak hafal jalan," ungkapnya.

Peristiwa mobil tersesat itu terjadi pada Sabtu (13/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu petugas kepolisian dari Polsek Cingambul dibantu warga menemukan mobil dan tujuh orang penumpangnya berada di tengah hutan sejauh 5 kilometer dari jalan raya.

"Untuk pengemudi dan penumpang sekarang sudah kembali ke Tasik pakai kendaraan umum. Sementara mobilnya masih kita lakukan upaya evakuasi karena jalannya tertutup longsor," lanjut Udin.

Kejadian ini perlu menjadi pelajaran penting bagi semua pengendara. Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dari keterangan kejadian tersebut, pengemudi kemungkinan mengalami gagal konsentrasi. Pengemudi tidak dapat berpikir positif dalam mengambil langkah yang aman saat berkendara sehingga mobilnya tersesat di hutan.

"Cuaca hujan dan berkabut dapat menjadi hambatan secara visual dan kontrol emosi, sehingga pengemudi hanya mengandalkan kemampuannya yang terbatas. Dan akibat yang terjadi bisa kecelakaan atau tersesat," kata Sony kepada detikOto, Senin (15/2/2021).

Menurut Sony, kejadian tersesat di hutan itu bisa dihindari dengan cara berpikir aman. Jika kondisi jalan dan cuaca menjadi tak memungkinkan, sebaiknya tak dilanjutkan perjalanannya.

"Kalau memang cuaca tersebut menjadi hambatan, segera putuskan untuk menunggu reda. Itu lebih baik daripada memaksakan diri pada kondisi dan situasi yang tdk aman (unsafe condition). Dan gambar hutan pinus yang monoton dengan visibilitas terbatas di perjalanan akan menghipnotis pengemudi seolah-olah arahnya sudah benar, padahal semakin dipaksakan semakin jauh arah yang salah," ucap Sony.

"Berikutnya, pastikan hafal arah perjalanan, jangan mereka-reka/berasumsi. Minta bantuan Google Map atau tanya kepada beberapa orang," sambungnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)