Truk Timpa Mobil, Praktisi Ingatkan Bahaya Berkendara Dekat Truk

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 29 Jan 2021 11:17 WIB
Truk terguling timpa mobil di Sukabumi.
Truk terguling timpa mobil. Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta -

Truk pengangkut air minum dalam kemasan terguling menimpa mobil di Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Peristiwa itu bermula dari sopir truk yang mengantuk.

Sopir mengaku mengantuk sehingga hilang kendali dan terguling. Sebagian muatan terlihat berserakan di jalan. Truk menimpa sebuah mobil.

"Saya mengantuk, mobil oleng ke kiri masuk ke trotoar. Pas saya ingat-ingat mobil oleng lagi lalu terjungkal," kata Empud, sopir truk kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

"Bawa mobil dari Bogor tujuan ke Cianjur, bawa Teh Gelas. Kaget ingat nggak ingat, ngantuk. Tidak ada korban jiwa, hanya mobil satu (tertimpa)," ucapnya.

Mobil bernomor polisi D 1566 FL terlihat hancur bagian atasnya, kondisi kendaraan rusak parah. Beruntung saat kejadian tidak ada penumpang dalam mobil tersebut.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan hal ini seakan menjadi kecelakaan yang berulang-ulang. Dia menegaskan, berkendara di dekat truk sangat berbahaya.

Truk pengangkut air minuman dalam kemasan terguling menimpa mobil di Jalan Raya Bogor - Sukabumi. Mobil yang tengah diparkir itu pun ringsek.Truk pengangkut air minuman dalam kemasan terguling menimpa mobil di Jalan Raya Bogor - Sukabumi. Mobil yang tengah diparkir itu pun ringsek. Foto: Syahdan Alamsyah

"Dengan kendaraan besar itu butuh menjaga jarak yang aman, mereka itu (truk/bus) membutuhkan area yang besar saat bermanuver dan kemungkinan tidak terlihat ketika di dekatnya, karena blindspot-nya juga besar. Dan ingat, kendaraan besar tersebut mudah terbalik akibat keseimbangan yang rentan hilang akibat ODOL (over dimension dan over load)," kata Sony kepada detikOto, Jumat (29/1/2021).

Berapa jarak aman ketika berkendara di dekat truk? Menurut Sony, saat statis atau berhenti harus sesuai dengan dimensi truk atau bus tersebut.

"Susah dong? Apalagi lebar jalan yang ada sangat terbatas. Ya makanya selalu waspada dan segera menghindar, jangan merasa aman-aman aja. Semakin jauh semakin baik," ujarnya.

Sony menyarankan, ketika di tanjakan hindari di belakang truk. Kalau tidak bisa mendahului truk saat menanjak, lebih baik berhenti dulu untuk menjaga jarak aman.

"Dan ketika di turunan segera menjauh atau memberikan ruang kendaraan tersebut untuk mendahului. Menutup jalan mereka (truk) membuat risiko tertabrak semakin besar. Berada di dekatnya berarti Anda dalam ancaman," sebut Sony.



Simak Video "Suka Campur-campur Bensin, Ini Bahayanya Buat Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)