Mau Terobos Banjir kayak Mobil Jokowi? Pikir-pikir Lagi Deh!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 19 Jan 2021 10:17 WIB
Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.
Mobil Jokowi terobos banjir di Kalimantan Selatan. Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Jakarta -

Iring-iringan mobil kepresidenan menerobos banjir di Kalimantan Selatan. Mobil Toyota Land Cruiser yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menerobos banjir di wilayah Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan mobil yang ditumpangi Jokowi tidak terendam. Dia menyebut, setelah mobil Jokowi melewati banjir, tidak ada masalah dan semua terkendali.

"Kebetulan mobil yang digunakan tinggi-tinggi, Commuter aja bisa lewat," ujar Bey.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mobil tidak didesain untuk berjalan di air. Meski, dalam beberapa kondisi mobil bisa menerobos banjir. Dalam hal ini, menurut Sony, Paspampres yang mengawal Jokowi pasti sudah memperhitungkan matang-matang untuk menerobos banjir tersebut.

Namun, Sony menegaskan agar aksi menerobos banjir ini tidak ditiru oleh pengendara lain. Risikonya sangat besar menurut Sony.

"Sebagai pengemudi pada umumnya, sebaiknya jangan/tidak mengikuti, karena banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Faktor kendaraan, pengemudi dan keselamatan," ujar Sony kepada detikOto, Selasa (19/1/2021).

Risikonya, menurut Sony, arus yang deras pada saat banjir bisa menyeret mobil. Dalam beberapa kondisi, bahkan mobil bisa terbalik akibat arus banjir yang deras.

"Kemungkinan terjebak di tengah-tengah banjir dan mempersulit proses evakuasi," sebutnya.

Selain itu, mobil yang menerobos banjir itu juga bisa rusak. Apalagi jika airnya tersedot ke dalam ruang bakar, maka bisa menyebabkan water hammer, mesinnya jebol dan perbaikannya mahal.

Dihubungi terpisah, Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, menjelaskan akan berakibat fatal jika mobil menerobos banjir dan airnya masuk ke saluran hisap (intake) mesin. Untuk Toyota Land Cruiser yang digunakan Jokowi, Didi memperkirakan intake mesin lebih tinggi daripada air sehingga mobil tidak mogok.

"Kita harus ukur dulu tingginya hisap, biasanya ada corongnya tuh. Apakah di atas grille, segala macam. Kita lihat dulu tingginya intake itu seberapa tinggi dari banjir. Kalau misalnya kita rasakan rendah saya sih nggak berani. Karena kalau terhisap akan terjadi water hammer," jelas Didi.

Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang bakar mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah.

"Mungkin itu (mobil Jokowi menerobos banjir) karena satu jalur (satu arah) karena kalau dua jalur itu bahaya juga tuh. Karena kan pasti ada riak/gelombang airnya. Kalau misalnya dua arah, kayak kapal lewat, gelombangnya kan cukup tinggi. Nah itu yang menurut saya juga cukup bahaya kalau bisa kehisap," ujar Didi.

(rgr/din)