Viral Pikap Terguling ke Jurang, Ini Pelajaran yang Bisa Diambil

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 25 Nov 2020 09:58 WIB
Sebuah pikap terjun ke jurang 100 meter di Lumajang. Video detik-detik kecelakaan tersebut viral di media sosoal.
Pikap terguling ke jurang. Foto: Tangkapan Layar
Jakarta -

Sebuah video kecelakaan yang melibatkan mobil pikap viral di media sosial. Mobil pikap tersebut kecelakaan sampai terguling ke jurang.

Kecelakaan tunggal itu terjadi di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang sekitar pukul 10.00 WIB. Pikap bernopol N 8607 YF itu dikemudikan Iswahyudi (40).

Pikap tersebut membawa tiga penumpang yakni Sukmo (25), Bambang (26) dan Heri (25) warga setempat. Mereka menumpang di bak pikap. Akibat terguling-guling di jurang, mobil pikap itu ringsek. Beruntung tidak ada korban jiwa dari kecelakaan ini.

Dari kecelakaan pikap terguling ke jurang ini bisa dipetik pelajaran pentingnya. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan cara mengemudi pada kondisi jalan yang licin seperti pada video membutuhkan skill, jam terbang dan kepercayaan diri pengemudi. Tanpa hal tersebut, kata Sony, bisa gagal total bahkan bisa berujung fatal.

"Ada pemandu di luar, jangan percaya 100%, tetap pastikan melihat, melakukan sesuai kemampuan," kata Sony kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

"Lihat kemampuan kendaraan, terutama mesin, supaya tidak merosot mundur, dan ban untuk menghindari selip."

Sony mengatakan, banyak pengemudi terlihat memaksakan diri ketika bannya tidak sesuai dengan kondisi jalan, terutama tanjakan dan licin. Faktor ban ini sangat penting membantu menghindari selip yang berlebihan.

"Ada jenis ban yang orang bilang ban cacing, ban bias tapaknya beralur sesuai arah ban dan sedikit alur yang melintang. Ban ini memang kuat terhadap daya angkut tapi jelek untuk kondisi licin dan tanjakan," katanya.

Dalam kondisi jalan licin bekas tanah longsor, sebaiknya jangan asal gas mobil. Lakukan dengan momentum yang pas.

"Gas berlebih akan terjadi overspeed dan berujung under/oversteer. Dan ingat, pengemudi harus sensitif terhadap gejala selip, sehingga ketika kendaraan akan bergerak liar, angkat gas agar ban mendapatkan gripnya lagi," sebut Sony.

"Jadi bukan asal nanjak tapi bagaimana pentingnya pengemudi menjaga kendaraan tetap di lajurnya."

Catatan penting lainnya dari Sony dari peristiwa pikap terjun ke jurang adalah penumpang yang ada di bak mobil pikap tersebut. Dari kacamata keselamatan berkendara, sangat tidak disarankan menaikkan penumpang di bak mobil pikap.



Simak Video "Awas Salah Kaprah! Masih Butuhkah Panaskan Mesin Mobil dan Motor Tiap Pagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)