Minggu, 11 Okt 2020 09:41 WIB

Mobil Habis Kehujanan, Wajib Langsung Dicuci?

Luthfi Anshori - detikOto
Sebuah mobil melaju saat hujan Ilustrasi mobil terkena air hujan. (Rachman Haryanto/detikOto)
Jakarta -

Hujan yang rutin mulai turun di sekitar wilayah Jabodetabek. Bagi Anda pemilik atau pengguna mobil pribadi, perlu memperhatikan perawatan kendaraan di musim hujan. Berikut tips perawatan mobil di musim hujan.

Seperti dijelaskan Technical Advisor Otogard, Ade Lesmana, setelah mobil diguyur hujan sebaiknya segera dibilas. Hal itu bertujuan supaya air hujan yang mengandung asam tidak mengendap di bodi mobil, sehingga menimbulkan korosi.

"Kalau saya sih saranin bilas. Kadang-kadang pemilik mobil lebih malas mengeringkan ya. Kalau saya saranin bilas aja simpel. Bilas pakai air bersih biar air hujannya turun. Minimal itu," kata Ade kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Lanjut Ade menjelaskan, membilas mobil yang diguyur air hujan, bisa dilakukan ketika mesin dalam keadaan sudah dingin. Misalnya saat setelah pulang kerja, sampai rumah dibiarkan dingin terlebih dahulu baru dicuci.

Ditambahkan CEO Autoglaze Indonesia, Robby Kurnia, selain menghindari karat, membilas mobil dan mengeringkan bodi mobil setelah terkena air hujan juga bertujuan menghilangkan potensi terkena waterspot atau jamur.

"Hujan itu kan mengandung asam, mineral, dan sebagainya. Makanya kalau habis hujan enggak dilap, dia akan mengering kena sinar matahari," ungkap Robby.

"Sisanya kayak ada bercak garam, nah itu namanya waterspot. Itu gunanya mobil harus dipoles, agar air langsung hilang tanpa membekas," tambah Roby.

Saat mengelap mobil pun ada tekniknya, pastikan kotoran rontok dulu. Kalau masih kotor dilap, problemnya cat bisa baret. Disarankan juga tidak mengelap bodi mobil menggunakan kain chamois atau kanebo, sebab akan baret. Lebih disarankan untuk memakai lap microfiber.

"Beda dengan lap microfiber, yang punya pori-pori. Saat dipakai ngelap, kotoran masuk ke dalam. Sehingga tidak bikin baret bodi mobil. Kalau dirasakan, lap microfiber juga punya efek magnet. Dia bisa menyerap kotoran," tambahnya.



Simak Video "BMKG: 64 Persen Wilayah Indonesia Telah Masuk Musim Kemarau"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com