Kamis, 08 Okt 2020 14:09 WIB

Mobil Tak Ada Asuransi, Hindari Lokasi Demo Kalau Tak Mau Rugi

Tim detikcom - detikOto
Kerusuhan pasca-Pilpres 2019, rasis berujung demo di Papua hingga rangkaian demo mahasiswa di DPR menjadi salah satu persoalan HAM terbesar di Indonesia di Tahun 2019. Ilustrasi mobil rusak akibat demo ricuh. Foto: Dok
Jakarta -

Hari ini sejumlah massa bergerak turun ke jalan menyampaikan aspirasinya untuk menolak Omnibus Law. Di beberapa lokasi bahkan aksi demonstrasi berujung ricuh. Tak jarang kendaraan pribadi menjadi sasaran.

Beberapa kali demo yang berujung ricuh membuat mobil atau motor rusak parah. Kendaraan yang tidak di-cover asuransi sebaiknya segera menjauhi lokasi demonstrasi.

Asuransi standar pun sebenarnya tidak meng-cover kerusakan kendaraan akibat kericuhan. Dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia Bab III Pengecualian, Pasal 3 Ayat 3 disebutkan, pertanggungan tidak menjamin kerusakan dan/atau biaya atas kendaraan bermotor yang salah satunya disebabkan oleh kerusuhan, pemogokan, penghalangan kerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasaan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase dan penjarahan.

Makanya, pemilik mobil yang sudah mengasuransikan mobilnya belum tentu bisa mengklaim kerusakan akibat kericuhan demo. Untuk itu, pemilik kendaraan yang sudah mengasuransikan mobilnya segera cek polis masing-masing. Jika tidak meng-cover kerusakan akibat kericuhan apalagi mobil yang tidak diasuransikan, sebaiknya hindari lokasi demo. Salah-salah malah berujung kerugian.

Jika ingin mendapatkan jaminan asuransi kendaraan dari risiko anarkisme, pemilik kendaraan bisa memperluas cakupan perlindungan. Pemilik harus menambah perlindungan atas risiko kerusuhan, pemogokan, dan huru-hara (SRCC - Strike, Riot and Civil Commotion). Tentu dengan biaya tambahan.

Tips lain bagi pengguna kendaraan bermotor yang masih beraktivitas di saat banyak massa demonstrasi adalah selalu up to date mencari berita terkini soal situasi lalu lintas.

Praktisi keselamatan berkendara, Andry Berlianto, menyarankan pengendara sebaiknya pilih jalur dengan risiko terkecil untuk beraktivitas hari ini. Memilih jalur dengan risiko terkecil perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jika melihat dari kejauhan ada massa bergerak, upayakan mencari arah putar balik agar tidak terjebak di dalamnya," saran Andry.



Simak Video "Ikut Demo Omnibus Law di Universitas Udayana, Siswa SMK Ini Dipulangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com