Selasa, 08 Sep 2020 11:35 WIB

Mau Beli Mobil Bekas, Jangan Ketinggalan Periksa Bagian Ini

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit. Beli mobil bekas jangan sampai lupa perhatikan juga kondisi ban (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Membeli mobil bekas menjadi pilihan sebagian orang yang membutuhkan kendaraan dengan harga terjangkau. Namun, pembeli mobil bekas kerap kali mengabaikan kondisi ban dari mobil yang ingin dibelinya.

Produsen ban asal Korea Selatan, PT Hankook Tire Sales Indonesia menilai, pembelian mobil bekas harus diimbangi dengan kewaspadaan pembeli karena mobil bekas dapat mudah disulap terlihat baru kembali. Hal ini menjadi aspek penting bagi pembeli untuk lebih berhati-hati ketika membeli mobil bekas, dimulai dengan memilih dealer yang tepat dan terpercaya dan memeriksa seluruh komponen kendaraan secara menyeluruh dan melakukan uji coba (test-drive) agar tidak menambah biaya ekstra yang ujungnya malah merugikan.

Bagian yang perlu diperiksa sebelum meminang mobil bekas adalah ban. Seperti yang diketahui, ban adalah satu-satunya komponen yang bersinggungan langsung dengan aspal dan perlu bekerja keras dalam perjalanan.

President Director Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin melihat ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan pada ban saat akan membeli mobil bekas. Pertama, perhatikan orisinalitas keempat ban mobil bekas yang akan dibeli, termasuk ban cadangan yang dimiliki apakah masih layak atau tidak.

Pahami spesifikasi tiap ban dan pastikan riwayat penggantian ban sebelumnya. Jika Anda menemukan bahwa ban sudah pernah diganti, periksa pula apakah keempat ban sudah menggunakan ukuran yang sesuai. Selain itu, jika ingin mengganti ban baru dengan ukuran yang lebih besar perlu memperhatikan ukuran diameter keseluruhan baik pelek dan ban harus tetap sama dengan ukuran ban awal atau lama agar tidak mengacaukan speedometer dan pastikan load index yang tetap mengacu pada rekomendasi produsen mobil. Untuk menentukan pengukuran yang tepat saat melakukan upsizing ban dapat menggunakan kalkulator ban atau menanyakan pada dealer ban terdekat.

"Pada umumnya, keempat ban sangat dianjurkan tidak memiliki spesifikasi yang berbeda, apabila ingin diganti maka harus diganti secara bersamaan. Namun demikian, masih memungkinkan apabila hanya dua ban yang diganti, asalkan ban yang baru harus dipasang di roda belakang. Jika hanya satu ban yang diganti, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan kiri/kanan yang berdampak pada kualitas traksi yang kurang kuat sehingga berdampak pada kinerja kendaraan," jelas Shin seperti tertulis dalam siaran persnya.

Yang kedua, cek keausan tapak ban. Tapang ban jangan sampai botak, pastikan keausan tapak ban masih berada di ambang batas minimal yang bertanda TWI (Tread Wear Indicator), yaitu setebal 1.6 mm dari permukaan dasar tapak ban. Selain itu, lihat dan bandingkan kilometer atau odometer yang telah ditempuh oleh mobil bekas dengan batas keausan ban itu sendiri. Ban yang melewati batas sebaiknya segera diganti karena akan berpengaruh terhadap kinerja kendaraan yang tidak maksimal dan bahaya lebih lanjut seperti ban meletus atau bocor.

Ketiga, periksa tekanan angin pada ban. Memastikan tekanan angin pada tingkat yang direkomendasikan juga salah satu cara untuk mengetahui apakah kendaraan bekas yang dibeli berada pada kondisi baik atau tidak. Tingkat tekanan udara yang optimal untuk ban dapat dilihat pada sisi dalam pintu mobil atau di manual mobil. Hankook Tire menyarankan agar melakukan pemeriksaan tekanan ban sekali setiap bulan.

Terakhir, Anda juga bisa melakukan test drive terhadap mobil bekas yang ingin dibeli. Rasakan kondisi mobil saat berbelok, mengerem, melakukan akselerasi. Perhatikan pula suara bising yang timbul saat menambah atau mengurangi kecepatan dan posisi setir kemudi apakah sudah sesuai dengan posisi ban. Kondisi setir yang tidak nyaman akan berpengaruh kepada kenyamanan berkendara dan juga dapat mengindikasikan bahwa ban memerlukan layanan spooring.

"Bayangkan saja apabila mobil bekas yang dibeli merupakan segmen MPV atau mobil sedan lalu dipaksakan dengan menggunakan ban SUV, hal ini akan menurunkan performa kendaraan yang tidak hanya sekedar merusak kenyamanan berkendara namun juga membahayakan keselamatan pengendara dan penumpang di dalamnya. Oleh karena itu penting bagi pemilik mobil untuk memeriksa ban mobil bekas serta mengetahui tipe jenis ban apa yang paling sesuai dengan menanyakan ke pakar terkait, seperti mengunjungi dealer terdekat," tutup Shin.



Simak Video "Gokil! Mobil Bekas Dimodifikasi Jadi Musala"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com