Kamis, 18 Jun 2020 12:43 WIB

Agar Tak Ditabrak dari Belakang Saat Berhenti di Lampu Merah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil Remuk Digencet Dua Truk Mobil remuk digencet dua truk. Foto: Istimewa
Jakarta -

Di media sosial viral video detik-detik sebuah mobil hatchback remuk digencet dua truk. Mobil berkelir putih itu ditabrak oleh truk yang melaju tak terkendali dari belakang dan kemudian menghantam truk molen di depannya yang tengah berhenti saat lampu merah.

Dengan kondisi itu, mobil hatchback tersebut tergencet di antara dua truk. Menurut laporan media lokal, kecelakaan itu terjadi di Xianyou, Provinsi Fujian, China.

Instruktur keselamatan berkendara yang juga founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan untuk mencegah ditabrak kendaraan lain dari belakang saat berhenti di lampu merah, pengemudi perlu melakukan antisipasi.

"Dalam hal ini, ketika mengarah persimpangan dan harus berhenti, kita sebagai kendaraan pertama atau kedua dan kendaraan di belakang masih bergerak, posisikan diri kita dalam keadaan tidak aman, antisipasi kondisi belakang hingga kendaraan di belakang betul-betul berhenti di belakang kita, jika perlu tetap antisipasi situasi belakang hingga ada dua kendaraan berhenti sehingga ada bar/protector yang kuat di belakang in-case terjadi rear-end collision (tabrakan beruntun dari belakang)," kata Jusri kepada detikcom.

Pengemudi harus mengantisipasi hingga kendaraan di belakang betul-betul berhenti. Apa yang harus dilakukan saat mengantisipasinya?

"Jangan meletakkan transmisi dalam posisi netral. Jangan memposisikan hand-brake dalam posisi ON, tempatkan gigi di gigi 1, kaki kanan di pedal rem dan kopling diinjak. Mata mengawasi sisi belakang dan sekitarnya, termasuk samping, sesekali periksa kondisi depan," jelas Jusri.

Jika terlihat kendaraan di belakang tetap melaju pada kecepatannya tanpa terkendali, maka siap-siap menghindar ke sisi yang aman. Dengan kondisi transmisi masih di gigi 1 dan rem tangan belum diaplikasikan, maka seharusnya pengemudi bisa dengan mudah menghindar.

"Menghindar ke sisi aman dengan peluang risiko yang paling kecil, mungkin berujung serempetan. Hal ini juga selalu diingatkan di sekolah-sekolah belajar mengemudi di Amerika kepada para siswanya yang belajar hal yang sama. Ketika kita terpaksa harus berhenti di persimpangan saat akan berbelok, roda tidak dibenarkan mengarah ke arah belokan yang akan kita tuju, melainkan harus searah garis fender (align dengan body mobil). Jika ditabrak oleh pengemudi lalai, maka mobil kita tidak terbalik tapi akan meluncur lurus searah benturan," ujar Jusri.

"Intinya pakai common sense, kita harus bersiap-siap hingga melakukan hal apa saja hingga risiko dapat dikurangi hingga dihindari. Jika bahaya dan ada ancaman, logisnya kita tidak pas kalau kita boleh relax, wong ancaman masih ada," sebut Jusri.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com