Senin, 02 Mar 2020 21:21 WIB

Penyebab AC Mobil Jadi Bau Apek

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi (Seorang wanita tengah menyetir) Penyebab AC Mobil Bau Apek Foto: Garda Oto
Jakarta -

Semburan udara sejuk dari Air Conditioner (AC) jadi fitur kenyamanan mobil yang tak dihilangkan dari mobil. Tapi, kenyamanan bisa berkurang saat udara yang dihirup tidak sedap atau 'apek'.

Lantas apa saja yang menyebabkan AC mobil mengeluarkan bau apek?

Dalam sistem AC, ada beberapa komponen yang berkaitan satu sama lain. Diantaranya adalah kompressor, kondesor, receiver, drier, dan evaporator.

Hembusan angin sejuk yang keluar sebelumnya mengalami proses dalam evaporator, dengan memanfaatkan zat pendingin bernama freon.

Setelah dingin, udara dialirkan kembali ke dalam kabin bersama tiupan dari blower.

Namun udara yang mengalir menuju evaporator rentan terkontaminasi berbagai kotoran, umumnya sudah dipasang filter guna menyaring hawa dari dan ke dalam kabin mobil.

Namun kotoran semakin menumpuk, lama kelamaan akan menimbulkan bau tidak sedap di dalam kabin yang disalurkan melalui blower AC.

Lebih lanjut dikutip dari laman Auto2000, Senin (2/3/2020) bau tak sedap juga akibat dari evaporator kotor.

Apalagi kalau sampai berlendir juga akan membuat jamur dan spora tumbuh dengan sangat cepat. Ini juga merupakan sumber bau tidak sedap yang kalau dibiarkan akan menyebarkan bibit penyakit.

Bau yang timbul biasanya konsisten sejak AC dinyalakan dan udara dingin di dalam kabin Anda akan terasa tidak nyaman karena sangat lembab dari biasanya.

Dikutip dari Express, Senin (2/3/2020) sebuah ulasan yang berjudul "your air conditioning could damaging your health, here's why". Kotoran yang menempel di filter dan evaporator tidak hanya mengganggu kinerja AC, tetapi juga menjadi tempat berkembang biak bakteri.

Jenis mikroorganisme yang ditemukan yakni Bacillus Licheniformis. Selain itu ada bacillus subtilis dan bacillus adalah mikroorganisme kedua yang paling umum ditemukan.

Berbahayanya bacillus memiliki hubungan dengan berbagai infeksi termasuk meningitis, dan septikemia. Apalagi jika sistem imun di dalam tubuh sedang lemah.

"Studi ini menyoroti bahwa sistem pendingin udara merupakan tempat berkembang biak yang cocok untuk bakteri dan karenanya menggarisbawahi pentingnya membersihkan dan mengganti filter," ujar Senior Lecturer London Metropolistan University, Dr. Paul Matewele seperti dikutip dari Express.

Disarankan bahwa filter AC diganti setiap 10.000 km. Jika anda sulit untuk mengukur, anda bisa menggunakan hitungan bulan. Waktu yang tepat untuk mengganti filter AC adalah 6 bulan sekali.



Simak Video "Tak Hanya Manusia, Ternyata Ada Sauna Buat Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com