Nyetir Mobil Matik, Ngerem Pakai Kaki Kiri atau Kanan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 28 Feb 2020 15:03 WIB
Wuling Confero S ACT dengan dua pedal dan Cortez CT bermesin 1.5 Turbo
Mobil matik punya dua pedal. Lantas ngeremnya pakai kaki kiri atau kanan? Foto: Ruly Kurniawan/detikcom
Jakarta -

Mengendarai mobil matik sebenarnya tak sulit-sulit amat. Asalkan tahu cara mengoperasikannya, maka pengendara bisa mulus melibas dengan mobil bertransmisi otomatis.

Namun, suka ada yang salah kaprah dengan penggunaan mobil matik. Terutama soal posisi kaki saat nyetir. Apakah harus ngerem pakai kaki kiri, atau cukup dengan kaki kanan saja?

Sebelumnya, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan tips posisi kaki yang pas saat berkendara. Khusus untuk mobil matik, tetap disarankan menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal rem dan gas.

"Posisi tumit kaki kanan menempel di lantai dan tetap di depan pedal rem, apa pun sistem transmisinya. Bukan berarti kalau matic ngeremnya pakai kaki kiri lho," ujar Sony kepada detikcom, Jumat (28/2/2020).

Sementara kaki kiri, biasanya mobil matic terdapat ruang foot rest untuk kaki kiri yang tidak memiliki pedal kopling. Namun, kata Sony, kaki kiri pengemudi mobil matik sebenarnya tidak sepenuhnya istirahat.

"Tapi diletakkan di footstep untuk 'menyeimbangkan' badan pengemudi saat bersiap-siap di kondisi ekstrem, terutama rem emergency, cornering dan lain-lain," katanya.

Karena, ketika fungsi otot salah satu sisi bekerja secara mendadak, harus diimbangi dengan otot di satu sisi lagi. Tujuannya adalah untuk mengurangi cedera otot.

Memang, menurut Sony, dalam dunia berkendara ada teknik mengerem pakai kaki kiri. Namun, itu dilakukan oleh kalangan profesional.

"Pembalap/advanced driver melakukan itu di tikungan tumpul. Namanya Left Foot Braking. Untuk pemula tidak dianjurkan," sebutnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)