Minggu, 05 Jan 2020 11:36 WIB

Cara Mendeteksi Oli Mesin Mobil yang Tercampur Air

Luthfi Anshori - detikOto
Servis mobil yang terkena banjir. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Air adalah musuh utama bagi komponen kelistrikan dan mesin mobil. Tak hanya bisa menimbulkan gejala water hammer saat masuk ke ruang mesin, air juga bisa menyebabkan masalah jika bercampur dengan oli mesin.

Lalu bagaimana caranya memastikan apakah oli mesin mobil terkontaminasi air atau tidak, setelah digunakan menerjang banjir dengan genangan cukup tinggi?

Dikatakan Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna, caranya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri oleh pemilik kendaraan.



"Caranya mudah, tinggal cek dipstick oli mesin. Jika oli mesin terkontaminasi air, di bagian ujung dipstick biasanya akan ada buih-buihnya," kata Suparna kepada detikcom, belum lama ini.

Air yang masuk dan ikut bersirkulasi bersama oli mesin akan menimbulkan masalah tersendiri. Sebab air bisa membuat jeroan mesin terkena karat. Dan dalam jangka panjang, akan membuat mesin rontok.



Selain oli mesin, komponen fluida lainnya yang juga berpotensi tercampur air adalah oli transmisi, baik itu mobil bertransmisi otomatis maupun manual.

Ada baiknya setelah mobil terendam banjir, kuras oli mesin dan oli transmisi dan menggantinya dengan yang baru, supaya performa dan keawetan mesin tetap terjaga.

Simak Video "Kawasan Mangga Dua Banjir Usai Diguyur Hujan Deras"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com