Senin, 23 Des 2019 19:01 WIB

Jangan Asal Nyalakan Lampu Hazard Saat Hujan

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi mobil hujan Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Memasuki musim hujan, kondisi jalan yang basah dan jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian bagi pengendara. Kebiasaan tak tepat lainnya yang juga kerap dilakukan orang di saat hujan turun adalah menyalakan lampu hazard.

Alih-alih bermaksud baik, namun cara itu dinilai tidak tepat. Seperti yang diungkapkan Pereli sekaligus Direktur Rifat Drive Labs (RDL) Rifat Sungkar, ia menekankan bahwa lampu hazard hanya digunakan ketika keadaan emergency atau darurat.

"Lampu hazard sama sekali tidak boleh digunakan dalam keadaan sehari-hari. Satu-satunya penggunaan lampu hazard adalah ketika mobil itu berada dalam satu keadaan emergency yang mengharuskan kendaraan tersebut berhenti di suatu titik, karena lampu hazard itu akan memberikan pesan yang berbeda kepada para pengguna lain," katanya.



Sebab saat menggunakan lampu hazard saat hujan deras justru berbahaya, pengendara di belakang akan kebingungan. Dengan menyalakan lampu hazard, otomatis lampu sein tidak bisa dioperasikan. Hal itulah yang membingungkan pengendara lain jika ada kendaraan yang menyalakan lampu hazard dan tiba-tiba berbelok.

Pengendara yang menyalakan lampu hazard sejatinya ingin diketahui keberadaannya oleh pengendara lain. Padahal bisa menyalakan lampu utama atau lampu kabut untuk menandakan keberadaan Anda, bukan dengan menyalakan lampu hazard.


"Perlu diingat ya, lampu besar itu sah untuk dinyalakan kecuali lampu dim atau lampu jauh. Lampu besar justru sangat membantu agar mobil yang berlawanan dapat dengan mudah mengidentifikasi keberadaan kita saat berpapasan. Sementara untuk kendaraan di belakang, visibilitas juga jadi terlihat lebih baik," kata Rifat.

"Kan mobil itu kan sudah ada yang punya lampu kabut. Kalau mobil ada lampu kabut cukup pakai lampu kabut. Tapi kalau tidak ada lampu kabut, nyalakan lampu utama. Intinya dinyalakan itu kan supaya kita diketahui orang lain bahwa mobil kita ada," ucap Technical Service Division PT Toyota-Astra Motor Iwan Abdurrahman beberapa waktu yang lalu.

Simak Video "BMKG: 64 Persen Wilayah Indonesia Telah Masuk Musim Kemarau"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com