Rabu, 09 Okt 2019 20:23 WIB

Tips Hindari Modus Montir Nakal di Puncak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jalanan menuju Puncak Bogor Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17. Jalanan menuju Puncak Bogor Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.
Jakarta - Baru-baru ini tengah viral cerita seorang pengendara yang hampir dikerjai montir nakal saat perjalanan di wilayah Puncak, Jawa Barat. Oknum montir itu menyiram oli bekas ke rem mobil sehingga mobil tampak berasap.

Kalau sudah berasap, biasanya pengendara akan panik. Montir yang menyiram oli ke rem itu akan menawarkan jasa perbaikan. Dia mengambil kesempatan dan bilang bahwa ada beberapa bagian mobil yang rusak. Tak jarang oknum tersebut mematok biaya perbaikan dan penggantian komponen yang tak murah. Bahkan tagihan biayanya sampai tak masuk akal, padahal mobil tak bermasalah.

Founder & Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, beberapa puluh tahun lalu sempat menjadi korban seperti ini. Saat muda dulu, ketika belum sepenuhnya mengerti, mobil yang dikendarai Jusri dikerjai dengan dilepas selang bensinnya sehingga mobilnya mogok. Ia harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit saat itu untuk memperbaikinya.



Jusri punya beberapa tips agar terhindar dari modus montir nakal di Puncak. Kata Jusri, modus ini biasanya menyasar pada rute-rute yang sering macet, ditambah medan menanjak yang terlalu ekstrem.

"Kalau saat mengemudi tidak punya pilihan rute-rute lain, tidak bisa menunda perjalanan kita dengan waktu yang tepat sehingga kena macet gara-gara one way, yang harus kita lakukan adalah selalu membiasakan menerapkan teknik defensive driving," kata Jusri dihubungi detikcom, Rabu (9/10/2019).

Contoh dari defensive driving untuk menghindari modus montir nakal di Puncak adalah dengan memperhatikan sekeliling mobil. Caranya, saran Jusri, setiap 5-8 detik sekali pengemudi harus memperhatikan sekeliling mobil, bisa memanfaatkan kaca spion.

"Itu buat siklus untuk mengecek kaca spion kiri-kanan atau situasi sekeliling mobil. Dengan demikian dia (pengemudi) akan tahu kalau ada orang yang mencurigakan mendekati mobilnya," kata Jusri.

Jusri bilang, modus oknum untuk mengerjai korbannya bisa dengan menyiram oli pada piringan rem, mencabut selang bensin atau bahkan menyumbat knalpot.



"Dengan cara kita mengecek sekeliling kita setiap 5-8 detik dan membiasakannya, maka kita mudah mengindikasi kalau ada sesuatu. Contoh ada orang mendekati mencoba menyiram sesuatu, atau pada situasi macet dia masuk ke kolong mobil dan mencabut selang bensin, kita bisa tahu. Kalau ada yang mencurigakan, kita bisa membunyikan klakson dan lain-lain, tujuannya untuk menarik perhatian sekaligus mengusir mereka," saran Jusri.

Kedua, lanjutnya, jangan panik ketika mengetahui kendaraan menimbulkan bunyi yang tidak normal atau tercium bau asap. Kalau timbul masalah-masalah itu, sebaiknya berhenti di tempat yang aman. "Bukan berhenti di tempat sesukanya. Berhenti di tempat keramaian seperti warung, restoran, pom bensin dan lain-lain," katanya.

Kalau ada yang gedor-gedor kaca ditambah tercium bau asap atau timbul bunyi yang tidak normal, Jusri menyarankan jangan berhenti sembarangan. Jalankan saja mobilnya sampai tempat yang aman untuk berhenti.

"Ketika ada yang berniat mau menolong sabar aja dulu, berhenti aja dulu. Matikan mesin dengan demikian kelistrikan akan mati. Kemudian cek sekelilingnya. Kalau berasap cek di mana yang berasap, buka kap mesinnya. Kalau tersendat bisa saja selang bensin diputus, itu bisa kita lihat apakah ada tetesan bensin atau tidak," ujar Jusri.

Dia juga menyarankan, agar pengemudi tetap tenang saat berhenti di tempat yang aman. Perhatikan sekeliling mobil, jangan langsung percaya kalau ada orang yang tiba-tiba mendekat dan berniat menolong.



"Karena biasanya sebelum kita turun, langsung udah ada orang datang. Kita lihat sekelilingnya dulu. Jangan (percaya) kalau saat kita buka kap mesin ada yang langsung datang, jangan deh, curiga deh. Karena mereka mungkin udah membuntuti dari awal. Sebaiknya ditolak aja. Patut dicurigai orang-orang yang datang tiba-tiba, ini kok bisa tahu, kok bisa tanggap. Sebaiknya kita yang cari (mekanik terpercaya)," ujarnya.

Seandainya mobil mati dan tidak bisa menyala karena dikerjai oknum itu, Jusri menyarankan sebaiknya pengemudi yang mencari montir atau bengkel terpercaya, bisa dengan menghubungi bengkel resmi atau pihak asuransi kendaraan yang mungkin memiliki fasilitas derek kendaraan.

Kata Jusri, menyimpan kontak penting seperti pihak asuransi maupun bengkel resmi merupakan salah satu bagian manajemen perjalanan yang perlu disiapkan. Jadi, ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, pengendara bisa langsung menghubunginya.

Simak Video "Adu Ganteng Mobil Modifikasi IAM di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com