Minggu, 08 Sep 2019 07:53 WIB

Mobil Matik Lebih Rewel dan Mahal dari Manual?

Dina Rayanti - detikOto
Transmisi mobil matik. Foto: Hyundai Transmisi mobil matik. Foto: Hyundai
Jakarta - Transmisi mobil merupakan salah satu komponen penting pada mobil. Oleh karena itu, transmisi mobil pun harus dirawat dengan baik sama halnya dengan perawatan mesin. Kalau tak dirawat dengan baik, bukan tidak mungkin Anda akan harus menyiapkan kocek dalam-dalam untuk memperbaikinya.

Ada dua macam transmisi yang akrab di telinga pengendara yakni manual dan otomatis. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun banyak yang menyebut perawatan mobil manual lebih mudah daripada transmisi otomatis.


Melansir Popular Mechanics, Minggu (8/9/2019), para pengendara tak perlu khawatir berlebih ketika memiliki mobil manual. Transmisi manual dibangun oleh komponen yang lebih sederhana jika dibandingkan mobil matik. Belum lagi mobil matik juga dilengkapi oleh ratusan komponen bergerak termasuk sistem hidrolik dan juga elektroniknya dengan begitu dibutuhkan perhatian ekstra.

Tapi bukan berarti mobil manual bebas dari kerusakan. Mobil manual rentan mengalami kerusakan karena perilaku pengendara itu sendiri ketika mengemudikan mobilnya.

Ada beberapa perilaku pengendara yang tak disadari membuat transmisi manual cepat rusak yakni mengganti gigi dengan kasar dan kopling tak digunakan dengan benar. Berbeda dengan mobil matik dimana semuanya termasuk penggantian gigi sudah diatur secara sistem.

Untuk menghindari biaya bengkak karena kerusakan transmisi yang tak disadari, para pengendara disarankan untuk rutin membawa mobilnya ke bengkel untuk melakukan pengecekan oli transmisi.


Penggantian oli pada mobil manual memang tak sesering dan semahal mobil matik. Jika kerusakan parah terjadi pada transmisi manual, biaya penggantiannya pun tak semahal mobil matik.

Sedangkan pada mobil matik, masalah yang kerap ditemukan pada transmisinya adalah selip. Selip maksudnya posisi transmisi tidak sesuai dengan giginya. Penyakit selip ini pastinya menyebalkan dan sebenarnya berbahaya. Permasalahan selip pada transmisi bisa berdampak pada akselerasi.

Seringnya transmisi mengalami selip juga bisa disebabkan oli transmisi yang berkurang. Selain itu transmisi selip bisa disebabkan oleh putusnya pita atau perseneling karena masalah solenoida.


Transmisi otomatis tak bisa bekerja dengan sempurna jika volumenya berkurang. Volume oli transmisi harus pas agar bisa berfungsi dengan baik. Begitupula kualitasnya.

Ada baiknya para pemilik mobil matik mengecek oli transmisi karena itu merupakan hal mudah. Meski kadang jumlahnya tak berkurang, oli transmisi lama kelamaan bisa terdegradasi. Kondisi oli transmisi yang kurang baik dapat dicirikan dengan perubahan warna dan bau.


Mobil Matik Lebih Rewel dan Mahal dari Manual?


Simak Video "Bus Sora, Bisa ke Peron Sendiri karena Fitur Control System"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com