Selasa, 09 Jul 2019 15:12 WIB

Pabrikan Mobil Jungkir Balik Bikin Mobil yang Irit BBM

Luthfi Anshori - detikOto
Antrian isi BBM di SPBU Pertamina Foto: Rachman Haryanto Antrian isi BBM di SPBU Pertamina Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Ada beberapa jenis alat penghemat bahan bakar kendaraan yang beredar di pasaran. Selain jenis chemical, sekarang ada juga penghemat bahan bakar jenis kapasitor. Khusus yang kapasitor, perangkat ini biasa dipasang di area mesin atau dicolok ke soket lighter dalam kabin.

Klaimnya perangkat penghemat bahan bakar tersebut bisa bikin irit konsumsi bensin hingga mencapai puluhan persen. Bahkan ada salah satu merek yang menjanjikan bisa irit sampai 20 persen. Bisa dipercayakah info tersebut?



"Pabrik mobil aja jungkir balik untuk bikin mobil yang hemat bahan bakar dan efisien. Nah sekarang mungkin nggak, kalau main kapasitor doang, atau nambahi chemical ke bahan bakar, klaimnya bisa irit misal 30 persen-50 persen, mungkin nggak?," kata Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, kepada detikcom.

Memang benar bahwa adanya kapasitor bisa menstabilkan arus listrik di alternator mobil. Tapi dampaknya tidak signifikan. Yus menyebut, dampak penghematannya berkisar satu sampai tiga persen.

"Misalnya yang tadinya konsumsi bensin 1:10, terus hemat 3 persen, ketemu angka 0,3. Dikit banget kan, 0,3 itu kan 300 meter. Nggak ada artinya. Kalau 1 persen, itu malah lebih kecil lagi," lanjut Yus.



"Jadi efek ke penghematan nggak besar. Mungkin kalau ke orangnya iya, jadi secara psikis aja. Semacam tersugesti. Ia merasa sudah beli alat penghemat mahal, jadi ia anggap bensinnya jadi lebih irit," pungkasnya.

Simak Video "Mengulik Renault Triber yang akan Mengaspal di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed