Jumat, 28 Jun 2019 20:55 WIB

Penyebab Mobil Terbakar saat Kecelakaan

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Kecelakaan adalah situasi yang tidak diinginkan oleh semua orang. Seperti yang terjadi di di Tol Gempol-Pasuruan pada Jumat, (28/06/2019).

Sebuah mobil KIA Picanto terbakar setelah mengalami kecelakaan. Kasat PJR Tol Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan city car tersebut melaju kencang dengan kecepatan sekitar 120 km/jam.



Saat melintas di km 781.200, mendadak laju Picanto oleng ke kanan. Olengnya Picanto diakibatkan karena meletusnya ban depan kanan. Picanto kemudian menabrak pembatas (Guardrail) tol sebelah kanan bahu jalan kemudian berbelok ke kiri menabrak tiang rambu lalu lintas.

Menjadi pertanyaan, mengapa mobil mudah terbakar saat menabrak meski mobil masa kini dirancang dengan kerangka yang aman untuk mengatasi dampak benturan jika terjadi kecelakaan.

Namun Koordinator Eksekutif Technical Service Astra Daihatsu Motor Anjar Rosadi mengatakan jika kecelakaan terjadi sangat keras, cairan bahan bakar atau oli bisa bocor, benturan dan gesekan yang menimbulkan percikan api, kombinasi keduanya dapat menyebabkan kebakaran mobil.



"Biasanya menghantam atau merusak komponen-komponen yang terkait dengan saluran bahan bakar, oli, minyak kopling, oli power steering," kata Anjar kepada detikcom, Jumat (28/06/2019).

Lebih lanjut, Anjar menjelaskan saat minyak menyentuh atau menetes ke ruang yang panas, sangat mungkin menjadi penyebab kebakaran.

"Seandainya cairan-cairan tersebut bocor dan kemudian terpapar panas yang melebihi flash poin-nya. Cairan-cairan tersebut dapat terbakar," ungkap Anjar.

Flash point atau titik nyala dari bahan yang mudah menguap adalah suhu terendah saat dia dapat menguap untuk membentuk campuran yang bisa menyulut api di udara. Anjar pun menggambarkan bagaimana hal ini bisa terjadi pada mobil usai mengalami tabrakan.



"Misalnya tabrakan terjadi dan merusak bagian area yang berhubungan dengan bahan bakar atau minyak rem, kemudian terjadi kebocoran," sambung Anjar.

"Sehingga minyak rem tersebut bocor dan kemudian minyak rem tersebut bersentuhan dengan exhaust manifold yang panas dan melebihi flash poin minyak rem, otomatis akan timbul api, dan bisa membuat kebakaran," jelas Anjar.

"Trigger (pemicu) api bisa dari percikan gesekan, atau juga panas yang tinggi di bagian mesin seperti exhaust manifold. Dan panas ini melebihi flash poin cairan tersebut," pungkasnya.

Simak Video "Sopir Truk yang Selamat di Cipularang: Teman Saya Remnya Blong"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com