Minggu, 16 Jun 2019 08:30 WIB

Hati-hati! Pakai Oli Palsu Bisa Bikin Mobil Overheat

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi mesin mobil. Foto: shutterstock Ilustrasi mesin mobil. Foto: shutterstock
Jakarta - Oli-oli mesin palsu masih marak beredar di pasar otomotif Tanah Air. Harganya yang lebih murah tentu membuat sebagian orang tergiur. Tapi jika detikers pergi ke bengkel dan ditawari oli palsu, sebaiknya langsung menolak ya!

Mengutip situs Astra Daihatsu, Minggu (16/6/2019), oli palsu kemungkinan besar tidak tahan panas dan memiliki daya lumas yang buruk. Imbasnya, jika mesin tak dilumasi dengan oli yang baik dan mampu menahan suhu tinggi maka bisa menyebabkan overheat pada mobil.



Untuk menghindari overheat volume oli juga harus terus dicek. Karena bisa saja volume oli berkurang karena menguap atau terjadi kebocoran.

Selain oli palsu mobil bisa overheat juga karena disebabkan oleh beberapa hal lain. Misalnya terjadi kerusakan pada radiator. Radiator mempunyai fungsi sangat vital dalam mengelola suhu mesin mobil. Kalau radiator mengalami masalah, maka secara otomatis sistem pendingin mesin akan mengalami kekacauan sehingga menyebabkan mesin mobil cepat panas.

Apabila tidak segera ditangani akan berakibat fatal bagi mobil tersebut. Biasanya, masalah yang sering muncul adalah sirip-sirip radiator tersumbat oleh kotoran.

Selain itu, masalah lainnya pada radiator adalah terjadinya kebocoran pada selang radiator. Kedua masalah ini jika tidak ditangani dengan baik, maka akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga tidak dapat terdistribusi dengan baik dan akhirnya membuat mesin menjadi panas.


Kurangnya cairan radiator juga dapat menyebabkan mesin mengalami overheat, karena itu kamu haruskan memeriksa air radiator secara rutin. Normalnya penggantian air radiator dilakukan setiap 20 ribu kilometer.

Thermostat juga harus dicek. Thermostat adalah alat penjaga kestabilan suhu yang terdapat di dalam mesin mobil. Alat ini berhubungan langsung dengan sistem kerja radiator.

Alat ini berfungsi sebagai pengatur sirkulasi cairan radiator, ketika suhu mesin rendah, maka thermostat akan mengatur air agar tetap berada di dalam radiator, sedangkan ketika mesin panas, maka thermostat akan mengatur air agar masuk ke dalam mesin.


Kalau thermostat mengalami masalah kerusakan, maka sistem sirkulasi cairan pendingin akan terganggu sehingga menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil.

Terakhir, mobil overheat bisa disebabkan karena kipas pendingin yang mati. Kipas yang terdapat bagian radiator berfungsi untuk menyedot udara dingin dari luar dan membuang panas dari sirip-sirip radiator.

Kalau kipas ini mengalami masalah kerusakan atau salah dalam pemasangannya akan menyebabkan terjadinya kenaikan suhu pada mesin yang dapat menyebabkan overheat. Karena itu selalu pastikan bahwa kipas selalu dalam kondisi baik ketika akan bepergian. Bila suhu mesin mobil masih terasa panas, sebaiknya memeriksa kondisi fanbelt, apakah masih normal, kendur atau putus untuk kipas mekanik.


Selain itu, motor listrik penggerak kipas untuk kipas elektrik juga harus diperiksa. Sebab biasanya kabel atau sekring seringkali putus karena faktor usia atau hubungan arus pendek.

Terakhir, periksalah pemasangan kipas jangan sampai terbalik. Sebab pemasangan kipas yang terbalik justru akan menyedot udara panas dari luar sehingga kondisi mesin yang sudah panas justru akan semakin bertambah panas. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed