Selasa, 04 Jun 2019 04:07 WIB

Pasang Roof Box Buat Mudik Tak Boleh Asal-asalan

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil dengan roof box Foto: Vauxhall via Newspress Mobil dengan roof box Foto: Vauxhall via Newspress
Jakarta - Mudik tak hanya menyoal membawa penumpang tetapi juga barang bawaan. Pemilihan roof box biasanya menjadi buruan, sebab dengan mengaplikasikan kompartemen tambahan tersebut, barang bawaan diklaim jauh lebih banyak.

Patut digarisbawahi bahwa pemasangan roof box tidak boleh asal sembarangan. Instruktur Rifat Driver Labs, Andry Berlianto bahwa pemasangan roof box harus sesuai dengan load index serta spesifikasi kendaraan.



"Pemasangan roof box mirip-mirip dengan pemasangan rear box pada motor dimana pemasangannya harus melihat spesifikasi box tersebut (dimensi hingga daya tampung barang)," ujar Andry kepada detikcom.

Lebih lanjut, Andry mengatakan pemasangan roof box yang tidak tepat bakal mengurangi aspek aerodinamika. Keberadaan kompartemen ini sedikit banyak mempengaruhi alur angin serta memiliki efek resistensi pada arah laju mobil.

"Instalasi pastikan box ada di tengah, tidak menjorok ke depan atau ke belakang, ini bisa dilakukan oleh bengkel yang memang sudah terbiasa instalasi box," ungkap Andry.

Pasang Roof Box Buat Mudik Tak Boleh Asal-asalanFoto: Newspress


"Patut diingat kalo roof box hanya sebagai kompartemen tambahan aja jadi jangan memasukkan barang-barang secara berlebih. Karena akan ada center of gravity yg akan terganggu," jelas Andry.



"Saat instalasi roof box juga kudu lihat struktur kendaraannya lagi apakah ada sudut yg keropos / karat atau mgkn umur mobil yang sudah lawas," kata Andry.

Berangkat dari hal tersebut, setiap pabrikan memiliki bobot maksimal dari roof box. Pemudik diharap lebih bijak memilih barang yang akan di bawa, jangan memaksakan dimensi serta bobot yang diterima kendaraan. Apalagi bobot turut menyumbang terhadap keiritan bahan bakar.

"Menghitung bobot penumpang plus barang harus lihat lagi spek kendaraan disana ada batasan maksimal bawa barangnya. Tinggal di total hitung kasar semua berat penumpang dan barang karena ada risiko over weight pada kendaraan yang imbasnya bisa pada bahan bakar hingga ketahanan kendaraan," ungkap Andry.

Terakhir, volume penyimpanan barang di roof box beragam, tergantung dari besar kecil bentuknya. Produsen roof box telah mendesain dan merancang produknya sedemikian rupa sehingga sudah disesuaikan dengan kemampuan menahan beban pada atap mobil.

Kendati demikian Andry menghimbau agar pemudik tetap memanfaatkan bagasi mobil pabrikan, pun demikian dengan peletakan barang.

"Kalo penempatan barang tetap maksimalkan dulu bagasi yang ada, jadi barang-barang yang berat bisa di bagasi mobil sementara yg ringan-ringan bisa naik di roof box, kayak gitu pakai ransel aja, yang berat taruh bawah, bukan atas (roof box)," ungkap Andry. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com