Malas ke Bengkel? Cek Bagian Mobil Ini Sendiri Sebelum Mudik

Malas ke Bengkel? Cek Bagian Mobil Ini Sendiri Sebelum Mudik

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 30 Mei 2019 03:20 WIB
Malas ke Bengkel? Cek Bagian Mobil Ini Sendiri Sebelum Mudik
Ilustrasi mobil servis di bengkel resmi Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Tradisi mudik dan kondisi mobil yang prima adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik, tak jarang pemilik mobil yang memiliki hobi mengutak-atik mobilnya sendiri di rumah.

Namun mobil zaman sekarang sudah dilengkapi sistem komputerisasi, sehingga bagi menyulitkan bagi orang yang hobi membongkar mobil sendiri. Kendati demikian, beberapa sumber seperti laman Auto2000 dan pemilik bengkel Timorer mengungkapkan masih ada beberapa bagian yang bisa dilakukan pengecekan sendiri, apalagi menjelang mudik. Apa saja ya?



1. Cek Oli Mesin

Ilustrasi ganti oli mobil Foto: detikcom
Fungsi utama oli mesin adalah sebagai pelumas yang melindungi mesin dari gesekan antar komponen. Dengan begitu, mesin dapat bekerja secara optimal dan punya daya tahan yang memadai terhadap kerusakan.

Oli mesin juga punya tugas lain. Ia membantu melepaskan panas mesin serta membuang kotoran yang terbentuk akibat gesekan antar komponen mesin.

Untuk itu pemilik harus bisa pastikan volume mesin sesuai takaran dengan mengeceknya via tongkat pengukur ketinggian oli mesin alias dipstick. Kalau di bawah batas maksimal maka segeralah tambah.

2. Cek Minyak Rem

Roda dan rem mobil Foto: Dadan Kuswaraharja
Perhatikan ketinggian tabung penyimpan minyak rem. Kalau berkurang, segera tambah dengan minyak rem yang spesifikasinya sesuai rekomendasi pabrikan.

Indikasi berkurangnya minyak rem menandakan bahwa ketebalan kampas rem mulai menipis, dengan catatan tidak terjadi kebocoran pada sistem rem.

Bagi yang menganggap sepele perawatan minyak rem, bahayanya bisa mengintai nyawa pengemudi, bahkan berimbas dengan menguras kantong lebih banyak untuk memperbaikinya.

"Daya pengereman berkurang, bahayanya bisa membuat rem blong, saluran minyak rem jadi karat, bikin terhambat atau macet master remnya," kata Hendra, pemilik bengkel Korea Timorer Motor di Ciputat, Tangerang.

Adapun cara untuk mendeteksi tanda-tanda minyak rem harus dikuras, selain terlihat dari kasat mata, menggunakan tester juga dianggap paling jitu.

"Secara kasat mata airnya akan keruh, namun untuk melihat pastinya itu bisa menggunakan alat brake fluid tester, bila tester sudah menunjukkan uap air yang tinggi 3 persen sudah tidak baik dan kadarnya harus lebih kecil dari 2 persen," kata Hendra.

3. Cek volume air untuk Aki, Radiator, dan Wiper

Ilustrasi Aki mobil Foto: Dadan Kuswaraharja
Banyak mobil masa kini sudah menggunakan aki kering yang bebas ritual mengisi air aki. Terdapat pula aki maintenance free (MF) yang masih mengandalkan air aki namun sistemnya dibuat tertutup sehingga volume air aki tidak berkurang. Tapi, ada indikator yang harus Anda perhatikan agar aki MF tetap berfungsi dengan baik.

Di lain pihak, beberapa mobil masih menggunakan aki basah konvensional. Untuk yang ini, silakan cek posisi ketinggian air aki. Tambah jika berkurang. Sekaligus bersihkan permukaan terminal aki dan tutup pengisi jika terjadi pengapuran.

Air radiator punya tugas penting yakni sebagai pendingin mesin mobil agar bisa bekerja dengan baik. Risikonya kalau sampai air radiator habis, bisa terjadi overheat, mesin mobil bisa jebol dan harus turun mesin.

Maka dari itu, cek kondisi air radiator. Lakukan proses ini di pagi hari dan mesin mobil belum dinyalakan. Sama halnya dengan pengecekan oli mesin.

Seiring pemakaian, water coolant di radiator ini bisa berkurang volumenya, baik karena penguapan maupun karena kerusakan seperti bocornya tabung reservoir.

Jika volume air radiator sudah berkurang, tentunya wajib ditambahkan lagi supaya proses pendinginan mesin tetap berjalan maksimal

Caranya, buka tutup atas radiator dan perhatikan batas ketinggiannya. Periksa juga tabung peyimpanan cadangan air radiator. Kalau kurang, isi hingga batas atas. Jangan melebihi batas karena air radiator tidak bisa bersirkulasi dengan baik.

Terakhir, air pembersih kaca atau sering disebut air wiper memang fungsinya tidak sepenting dua cairan di atas. Namun jangan pernah dianggap sepele.

Ketika berjalan dalam kondisi hujan tidak terlalu deras tapi kaca kotor, visibilitas pun akan terganggu. Di saat bersamaan, pengemudi tidak bisa membersihkan kaca karena air wiper habis. Pun ada risiko baret di karet wiper.

4. Minyak power steering

Foto: Auto2000
Teknologi Electric Power Steering (EPS) membuat power steering hidrolis mulai dilupakan. Meski demikian, masih banyak mobil yang mengandalkan sistem hidrolis ini.

Sama dengan yang lain, terdapat tabung cadangan tempat mengisi ulang minyak power steering. Silakan isi sesuai takaran.

Hati-hati terhadap kebocoran. Letak pompa power steering yang di bawah berisiko memercikkan minyak ke knalpot. Sama dengan cairan kimia lainnya, minyak power steering juga memiliki titik bakar yang cukup rendah sehingga mudah menyala.

5. Freon AC

Ilustrasi servis AC Mobil Foto: Rangga Rahadiansyah
Jangan pernah sepelekan tugas AC saat mobil dibawa mudik bersama keluarga. Di tengah panas terik ketika menikmati perjalanan mudik, ternyata AC tidak dingin. Sangat tidak nyaman kan?

Anda bisa mengintip via sight glass di ruang mesin. Nyalakan mesin dan AC. Saat idle akan terlihat bening. Saat digas, akan timbul sedikit gelembung udara.

Jika saat idle terdapat gelembung udara, artinya freon berkurang. Tidak ada salahnya pula sembari mengecek sistem dari potensi kebocoran.

6. Cek Kondisi Ban

Foto: Rizki Pratama/detikOto

Kerap dilupakan, padahal punya tugas yang sangat vital. Ditambah, saat liburan mobil pasti diisi penuh oleh penumpang dan barang bawaan. Semakin berat tugas ban.

Oleh sebab itu, periksa dulu tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Sembari itu, lakukan pemeriksaan ringan kondisi fisik ban dan pelek.

Bagaikan anak tiri, ban cadangan atau ban serep sering terlupakan. Apalagi kalau posisinya sulit dijangkau. Isi angin ban serep supaya siap bertugas ketika dibutuhkan.

7. Ban

Foto: Rizki Pratama/detikOto
Kerap dilupakan, padahal punya tugas yang sangat vital. Ditambah, saat liburan mobil pasti diisi penuh oleh penumpang dan barang bawaan. Semakin berat tugas ban.

Oleh sebab itu, periksa dulu tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Sembari itu, lakukan pemeriksaan ringan kondisi fisik ban dan pelek.

Bagaikan anak tiri, ban cadangan atau ban serep sering terlupakan. Apalagi kalau posisinya sulit dijangkau. Isi angin ban serep supaya siap bertugas ketika dibutuhkan.

Halaman 2 dari 8
(riar/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads