Senin, 27 Mei 2019 12:46 WIB

Cara Aman Berhenti Darurat di Bahu Jalan Tol

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Volvo Foto: Volvo
Jakarta - Bahu jalan di jalan bebas hambatan sesungguhnya ditujukan untuk kebutuhan darurat. Sayangnya hal ini tidak dimaksimalkan di Indonesia di mana sudah bukan rahasia lagi beberapa pengemudi memanfaatkan lajur ini untuk mendahului.

"Kalau bicara jalan tol bahu jalan sebenarnya aman, tapi kalau di Indonesia bahu jalan buat nyusul," ujar Director Training Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat ditemui dalam acara Daihatsu Sahabat Mudik 2019 di Vehicle Logistik Centre PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2019).



Hal ini membuat fungsi awal dari bahu jalan hilang karena adanya misinterpretasi antar-pengemudi. Untuk pengemudi yang mau tidak mau perlu berhenti di tol tidak perlu takut jika memahami kebiasaan ini.

Pastikan Anda selalu membawa segitiga pengaman di dalam mobil. Saat berhenti di bahu jalan, letakkan segitiga pengaman cukup jauh dari mobil untuk mengantisipasi pengemudi yang mendahului dari bahu jalan.



"Cara amannya keluarkan aja segitiga pengaman. Ketika di tol Cipali biasanya ngebut di situ. Asumsi kita lajur sebelah kiri lajur paling rusak karena banyak alat berat mereka lari ke kanan atau bahu jalan. Letakkan segitiga pengaman mundur kira-kira 50 meter dari mobil," jelas Sony.

Supaya lebih aman nyalakan juga lampu hazard saat berhenti. "Pasang lampu hazard ketika berhenti. Pasang semuanya yang bisa membantu pengguna jalan lain melihat mobil itu berhenti," tukas Sony. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed