Selasa, 21 Mei 2019 17:12 WIB

Mudik Pakai Mobil Pribadi, Wajib Lakukan Pre-trip Inspection

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Khairul Imam Ghozali Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Mobil pribadi turut menjadi pilihan transportasi untuk mudik. Sebelum berangkat menuju kampung halaman, pemudik harus melakukan persiapan matang. Terutama persiapan kendaraannya.

Rifat Sungkar memberikan tips kepada pemudik yang ingin menggunakan kendaraan pribadi. Kata Rifat, sebelum pergi mudik yang paling penting adalah lakukan pre-trip inspection atau inspeksi kendaraan sebelum memulai perjalanan.

"Pre-trip inspection ini bisa berbagai persiapan, bisa dari mobilnya, dari journey plan dan dari diri kita," kata Rifat di channel YouTube RDL TV.

Untuk kendaraan, kata Rifat, yang harus diinspeksi adalah pengecekan cairan, electrical dan rubber (karet). Untuk pengecekan cairan ada oli dan air baik air radiator maupun air wiper.



Untuk oli pastikan harus diganti. Untuk penggantian oli, ikuti rekomendasi pabrikan yang tertulis di buku manual. "Apa pun yang ada di buku servis itu adalah panduan yang paling benar. Karena durability dari mobil kita itu udah dicek dullu sebelum mobil ini dilaunching di pabrik," ujar Rifat.

Lanjut ke pengecekan air. Cek kondisi air radiator. Selain air radiator, cek juga radiator reservoir atau tabung radiator.

"Jangan taruh (air radiator) sampai paling tinggi juga, karena di dalam sebuah tangki radiator masih perlu juga untuk bernafas. Gap antara batasan air paling atas sama tutup radiator itu adalah tempat bernapasnya uap air radiator," ujar Rifat.

Selanjutnya air wiper. Mungkin banyak yang menyepelekan air wiper. Tapi, air wiper sangat penting apalagi untuk perjalanan jauh.

"Ketika kita memutuskan untuk mengoperasikan air wiper, problemnya adalah, ketika air wiper tidak menembak pada titiknya, kalau ada titik-titik tanah-tanah dan kita pencet air wiper dan wipernya aja yang mengusap, tapi airnya nggak bekerja, itu situasinya lebih parah bukan membantu. Jadi perhatikan titik tembak air wiper," katanya.



Kemudian cek electrical atau bagian kelistrikan kendaraan. Karena kalau kelistrikan sudah bermasalah, akan menghambat perjalanan menuju kampung halaman. Rifat menyarankan sebelum mudik mobil dibawa ke bengkel dulu.

"Lihat apa sikring-sikring pastikan di titik benar. Dan sempetin deh tulis sikring 30 di mana, sikring 20 di mana, sikring 10 di mana posisinya. At least kalau ada sesuatu yang terjadi kita punya spare dan kita tahu, nggak usah coba-coba," ujar Rifat.

Yang tak kalah penting adalah cek komponen rubber/karet, yaitu ban. Ban sangat berperan penting untuk perjalanan, apalagi untuk mudik. Karena pusat kontrol kendaraan baik akselerasi, pengereman maupun menikung ada di ban.

"Kalau mobil baru it's ok bannya juga baru. Tapi kalau mobil yang udah berumur, apa yang harus kita lakukan? Pertama adalah lihat tekanan angin yang benar. Ngeceknya, buka pintu kanan, di situ ada stiker tyre recommendation. Sedikit berbeda kalau udah pernah ganti ban yang ukurannya beda. Rekomendasinya adalah biasanya pressure boleh naik atau turun 10% dari pressure yang direkomendasikan," ujar Rifat.

"Tips yang murah yang nggak usah ganti ban adalah crossing. Artinya ban depan kiri dipindah ke belakang kanan, dan depan kanan pindah ke belakang kiri," sarannya.



Rifat juga memberikan tips untuk mempersiapkan rencana perjalanan alias journey plan. Rencana perjalanan ini masalah klasik tapi penting.

"Kita tahu lah dari sini pulang kampung mau lewat mana. Apalagi sekarang udah ada GPS, tapi semua orang yang melakukan perjalanan akan melewati jalan itu. Problemnya adalah, kita mesti tahu kalau terjadi kemacetan atau terjadi situasi yang tidak menyenangkan kita punya point of emergency di mana aja, rumah sakit di mana, hotel di mana, restoran di mana. Jadi semua sudah dipersiapkan dengan baik," katanya.

"Paling bermanfaat dari ini semua adalah mindset kita harus diubah. Kita bisa saja mempersiapkan segala macam, kita bisa aja pengin buru-buru sampai tujuan, tapi mindsetnya adalah kita harus selamat sampai tujuan," tegasnya.

[Gambas:Youtube]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com