Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Riecky Patrayudha bahwa penggunaan produk aftermarket di luar kemampuan mobil bisa menjadi biang keladinya.
Baca juga: Suzuki Jual 118.014 Mobil pada 2018 |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun mau pasang aksesori apalagi yang berkaitan dengan electrical sebaiknya dipasang melalui diler resmi kita," tambah Riecky.
Konsleting atau hubungan arus pendek pada kendaraan mobil menjadi salah satu penyebab paling besar menyumbang angka kebakaran pada mobil.
"Kebakaran mobil hampir 99 persen itu disebabkan konsleting kecuali kecelakaan, biasanya penambahan aksesoris, atau penambahan elektrikal lain yang tidak sesuai standar," ucap Riecky.
Ia mencontohkan setiap pemilik mobil harus memperhatikan daya listrik yang dibutuhkan pada aksesori. "Misalnya penggunaan headlamp standar 50, 55, 65 watt dikasih 100 watt itu kan tidak standar, ini kan bisa membebani kelistrikan lainnya," kata Riecky.
"Perawatan berkala melalui diler resmi kita apabila ada penambahan aksesori di luar standar itu kita informasikan kepada kostumer. Jadi kalau sampai ada kejadian apa-apa kita sudah tau memiliki recordnya," tegas Riecky. (riar/lth)












































Komentar Terbanyak
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan