Senin, 04 Feb 2019 18:30 WIB

Cara Kerja Fitur Anti-selip di Porsche 911

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Porsche Foto: Porsche
Jakarta - Mobil sport Porsche 911 sudah memasuki generasi kedelapan. Porsche terus menyempurnakan mobil sportnya itu agar lebih enak dikendarai termasuk saat hujan deras.

Otolovers tahu, berkendara saat hujan berisiko kena aquaplaning. Saat ban mobil yang melewati genangan air akan terasa melayang, mobil tidak bisa dikendalikan, kita arahkan setir ke kiri/kanan mobil tetap melaju lurus, dan akhirnya bisa terjadi kecelakaan fatal.



Karena itu Porsche memasangkan mode basah atau Porsche Wet Mode di Porsche 911. Ini lah kali pertama 911 punya mode ini agar pengendaranya lebih pede di kala hujan. Mode ini bisa mendeteksi kondisi jalan dan kemudian menyeting kendaraan agar bisa lebih stabil di jalanan basah.

Bagaimana cara kerjanya?

"Wet Mode dikembangkan untuk memberikan bantuan konsisten kepada pengendara dalam kondisi basah. Sistem ini tidak membatasi tenaga maksimum atau membatasi kecepatan maksimum, jadi tetap anda jangan memanfaatkan mode ini untuk berkendara terlalu kencang dalam kondisi basah. Sebaliknya, Sebaliknya, mode itu harus dilihat sebagai sistem bantuan dalam arti yang sebenarnya, "kata Kepala Seri Model 911 Porsche, August Achleitner.

Porsche Wet Mode bisa secara otommatis mendeteksi jalanan basah dan kemudian memperingatkan pengemudi akan risiko aquaplaning. Mobil memiliki sensor di roda depan yang mendeteksi semprotan air. Sensor ini berbeda dengan sensor hujan pada wiper yang hanya bereaksi begitu ada air jatuh di kaca depan.

Jika sistem mendeteksi permukaan jalan yang basah, maka otak mobil akan bekerja. Mobil akan mengaktifkan Porsche Stability Management (PSM) dan Porsche Traction Management (PTM). Kedua sistem ini akan menjadi lebih sensitif. Kemudian di layar cluster meter akan ada peringatan bagi pengemudi untuk memindahkan mode ke Wet Mode.



Saat Wet Mode diaktifkan, PSM, PTM, adaptive aerodynamics, Porsche Torque Vectoring (PTV) Plus semuanya diatur untuk memaksimalkan stabilitas berkendara.

Jika Wet Mode diaktifkan, PSM, PTM, aerodinamis adaptif, opsional Porsche Torque Vectoring (PTV) Plus dan responsif drive semua disesuaikan untuk menjamin stabilitas mengemudi maksimum.

Pada kecepatan mulai 90 km / jam, spoiler belakang variabel diperluas ke posisi kinerja, flap udara pendingin terbuka, karakteristik pedal akselerator lebih rata, dan fungsi PSM Off atau mode Sport tidak lagi dapat diaktifkan.

Penyaluran torsi mesin lebih halus, dan strategi perpindahan transmisi PDK delapan kecepatan yang baru secara otomatis disesuaikan dengan ini. Pada model all-wheel-drive 911 Carrera 4S, lebih banyak daya drive yang ditransfer ke gandar depan daripada dalam mode normal untuk memperkuat efek stabilisasi. Rasio penguncian yang dikurangi dari kunci diferensial belakang yang dikontrol secara elektronik juga merupakan bagian dari pengaturan Porsche 911 untuk kondisi basah.


Foto: Porsche


Efek untuk pengemudi jelas terlihat: 911 menawarkan penanganan yang lebih percaya diri, sedangkan intervensi yang cocok secara tepat sangat efektif jika terjadi perubahan arah yang tiba-tiba, permintaan daya spontan atau pada perubahan permukaan jalan dengan koefisien gesekan yang berbeda. Kopilot elektronik tidak hanya menawarkan manfaat dalam kondisi basah. Mode Basah juga dapat diaktifkan secara manual di jalan yang tertutup salju dengan cengkeraman yang dikurangi untuk meningkatkan stabilitas berkendara.

Porsche 911Porsche 911 Foto: Porsche


Generasi kedelapan dari 911 baru dihadirkan di Los Angeles pada akhir November 2018. Mesin flat-enam turbocharged dari 911 Carrera S dan 911 Carrera 4S menghasilkan 331 kW (450 PS). (ddn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed