Sabtu, 02 Feb 2019 21:19 WIB

Cegah Mobil Overheat Sebelum Tempuh Perjalanan Jauh

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Menempuh perjalanan jauh tidak hanya butuh fisik pengemudi yang prima, tetapi kesehatan mesin mobil pun perlu dijaga. Dalam perjalanan pasti bertemu dengan kemacetan dan cuaca panas yang dapat mempengaruhi suhu mesin akibat dipaksa bekerja terus menerus, salah satu momok yang menyebalkan kala kendaraan harus berhadapan dengan masalah overheat.

Biasanya masalah overheat ditemukan pada mobil keluaran lama, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada kendaraan baru, walhasil mobil bisa mogok di jalan.



"Pastikan sistem pendinginan mesinnya oke. Seperti kondisi air radiator, kalau kurang ditambahkan di reservoirnya (tabung cadangan). Terus pastikan tutup radiator terpasang sempurna dan tidak ada kebocoran air radiator," ungkap Technical Service Executive Coordinator PT ADM Anjar Rosjadi kepada detikOto.

"Pastikan juga cooling fan motor bekerja dengan baik," sambung Anjar.

Namun bila pemilik mobil tidak apik dalam perawatan, ada beberapa hal yang jadi penyebab overheat nih Otolovers.



"Dengan servis berkala itu bisa terpantau kondisi mobil. Tapi kalau tidak melakukan servis, overheat pada mobil biasanya ada kebocoran pada sirip radiator atau di waterpump-nya," buka Service Head Auto2000 Krida Rudi Ganefia di Cilandak, Jakarta Selatan kepada detikOto.

Rudi menjelaskan hal ini biasanya terjadi korosi pada kisi-kisi radiator. Radiator diisi oleh air selain air radiator (coolant) untuk tipe mobil keluaran baru.

"Pertama harus dilihat dulu air radiator nya, mobil sekarang kan harus pakai coolant tidak disarankan air biasa, kalau saat diisi ulang tapi banyak, itu kemungkinan ada kebocoran sehingga harus dicek pakai radiator tester," ungkap Rudi.

Akhirnya dengan kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan.

Rudi mengatakan penyebab terjadinya overheat juga bisa terjadi pada kerja motor fan yang tidak optimal. Kipas yang mati ini bisa membuat suhu mesin cepat meninggi.

"Misalnya putarannya itu tidak rata agak goyang, kedua kalau kilometernya sudah mencapai 80 ribu sampai 100 ribu kilometer harus dicek benar-benar apakah berfungsi atau tidak, tanda suaranya kalau mau mati itu akan bunyi kasar," kata Rudi. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed