Kamis, 31 Jan 2019 17:47 WIB

Cara Aman Gunakan GPS Tanpa Takut Dibui

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Perangkat atau aplikasi GPS mungkin sangat membantu untuk pengendara yang tidak memahami lokasi yang sedang dituju. Namun, penggunaan GPS dianggap berbahaya karena mengganggu konsentrasi berkendara.

Mahkamah Konstitusi (MK) menilai konsentrasi pengemudi tidak boleh terganggu karena menggunakan aplikasi GPS dalam telepon seluler pada saat berkendara karena akan menyebabkan berkurangnya perhatian dan konsentrasi pengemudi yang dapat berdampak pada kecelakaan lalu lintas. Menurut pendapat Mahkamah, Penjelasan Pasal 106 ayat (1) UU 22/2009 terkait dengan frasa "penuh konsentrasi" bertujuan untuk melindungi kepentingan umum yang lebih luas akibat dampak buruk perilaku pengemudi yang terganggu konsentrasinya pada saat mengemudikan kendaraannya.



Merujuk Pasal 106 ayat (1) UU 22/2009, pada Pasal 283 UU 22/2009 ditentukan hukuman bagi pengendara yang tidak konsentrasi. Pasal itu berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam 155 Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu."

Dari peraturan tersebut, MK menilai menggunakan aplikasi GPS merupakan tindakan yang dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi. Agar tidak dibui karena menggunakan GPS, ada beberapa tipsnya.

Andry Berlianto dari Rifat Drive Labs menyebut, yang pertama pilih aplikasi GPS yang mudah digunakan, cepat update dan tidak boros kapasitas memori hingga baterai. Penggunaan GPS sebaiknya tidak dioperasikan saat mengemudi.

"Set dari awal perjalanan dari dan ke mana," kata Andry kepada detikOto.



Mengutip laman Rand Separ, salah satu perusahaan pendampingan persoalan kecelakaan kendaraan di New Jersey, lakukan pemrograman tersebut sebelum Anda tancap gas. Jangan memprogram tujuan di GPS saat mengemudi. Berikan waktu untuk menginput informasi ke GPS sebelum memulai perjalanan.

Sebelum pergi, nyalakan mode suara yang paling bersahabat bahasanya. Pakai bahasa Indonesia yang mudah dipahami untuk mengetahui arah mana yang sebaiknya dituju.

"Jangan terpancing terpaku melihat arah (di GPS). Pastikan pandangan ke depan untuk tetap meng-observasi bahaya," ujar Andry. Jika ada pendamping atau penumpang, biarkan dia yang memonitor penggunaan GPS dan mengarahkan tujuan.

Pelajari rute perjalanan di GPS sebelum berangkat. Jika harus mengecek GPS untuk memastikan rute mana yang harus dilalui, sebaiknya berhenti. Jika harus mengubah rute di GPS, cari tempat aman untuk mengoperasikan GPS kembali.

"Ada baiknya sebelum memulai jalan mempelajari dl jalur dan petunjuk-petunjuknya," ujar Andry. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed