Selasa, 08 Jan 2019 11:43 WIB

Cuci Mobil Sendiri, Perhatikan Air dan Kadar PH Sampo

Ridwan Arifin - detikOto
Cuci mobil. Foto: Ridwan Arifin Cuci mobil. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Mencuci mobil sendiri memang menjadi pilihan bagi setiap pemilik kendaraan. Tak jarang orang juga membawa mobilnya ke car wash alias tempat pencucian mobil karena dianggap lebih praktis.

Nah bagi Otolovers yang hobi mencuci mobil sendiri, ada baiknya menyimak tips dari CEO Autoglaze Indonesia Robby Kurnia agar mobil terhindar dari kusam. Hal pertama yang patut diperhatikan ternyata pemilihan air juga berpengaruh lho, Otolovers.

"Kami cuci mobil pakai air PAM yang sudah difilter, karena kalau air tanah lebih banyak mineralnya. Efeknya kalau air sudah kering, mineralnya itu masih melekat dan meninggalkan bercak alias watermark," ujar Robby di di SPBU Coco, Jl. RS. Fatmawati (arah Citos dari Blok M) No. 16 dan 19, Kel.Cipete Selatan, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (07/01/2019).



Selain itu, Robby mengatakan pemilihan sabun mobil juga tak luput dari perhatian.

Salah satu penyebab timbulnya swirl mark atau baret halus karena kandungan nilai pH di bawah 7 yang tingkat keasamannya tinggi, sementara kadar aman sampo mobil berada di angka 8-14 ph. Karena hal ini lebih cepat membuat cat mobil timbul baret karena kesat saat dilap menggunakan kain chaimos.

Tak lupa Roby mengingatkan kepada pemilik mobil agar memerhatikan penggunaan kain yang digunakan. Sebelum memulai pengelapan, bila menggunakan chamois pastikan kotoran sudah tidak lagi menempel pada body mobil.

"Saat mengelap mobil juga ada tekniknya, pastikan kotoran rontok dulu. Kalau masih kotor dilap, problemnya cat bisa baret. Terus kalau dilap pakai chamois, dia juga akan baret. Karena chamois itu permukaannya flat, saat dilap kotoran menempel di permukaan chamois," ujar Roby.



"Beda dengan lap microfiber, yang punya pori-pori. Saat dipakai ngelap, kotoran masuk ke dalam. Sehingga tidak bikin baret bodi mobil. Kalau lap sudah kotor, kami ganti pakai lap yang baru. Kalau dirasakan, lap microfiber juga punya efek magnet. Dia bisa menyerap kotoran," tambahnya.

Hal tersebut demi menghindari munculnya swirl mark atau baret-baret halus ini, poles detailing menjadi jalan untuk menghilangkannya.

"Kusam itu kelihatan karena ada banyak swirl mark di lapisan cat. Waktu dipoles kan kami ratain lagi, nah itu bikin mengkilap. Bisa mengkilap karena sudah tidak ada goresan atau sudah tidak ada jamur," kata Roby.

"Seberapa sering mobil dipakai juga berpengaruh ke lapisan coating, kalau sering di rumah bisa lebih awet. Cara menyimpan mobil juga pengaruh, langsung kena terik matahari bikin lapisan coating lebih cepat memudar," pungkasnya. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed