Senin, 26 Nov 2018 20:53 WIB

Disuruh Jadi Penumpang Pikap di Bak Belakang, Jangan Mau!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
TKP kecelakaan santri penumpang pikap di Cipondoh. Foto: Roland/detikcom TKP kecelakaan santri penumpang pikap di Cipondoh. Foto: Roland/detikcom
Jakarta - Pikap yang membawa rombongan santri kecelakaan menabrak pagar flyover di Cipondoh, Tangerang. Pikap itu mengangkut 23 orang.

Padahal, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menegaskan, pikap bukan ditujukan untuk mengangkut penumpang. Pikap didesain untuk menjadi mobil barang.

"Disuruh naik pikap (duduk sebagai penumpang di bak belakang), jangan mau," kata Jusri.



Mungkin banyak yang beranggapan bahwa naik mobil pikap beramai-ramai ongkosnya lebih murah. Padahal, keselamatan itu lebih mahal harganya.

"Keselamatan itu mahal lho. Kalau sudah luka begini berapa biayanya kalau sudah terjadi? Jadi yang namanya safety itu mahal. Karena itu investasi," sebut Jusri.



Memang itu menjadi pilihan. Tapi tidak salah kalau kita lebih memilih dan mengutamakan keselamatan.

"Pelanggaran hirarkinya adalah kecelakaan. Karena setiap kecelakaan dipicu oleh pelanggaran. Jadi kalau tidak ada kendaraan lain alasannya, ya terserah, tapi itu pelanggaran dan biasanya pelanggaran selalu diikuti oleh kecelakaan. Jadi kembali lagi keselamatan adalah pilihan," ujar Jusri. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed