Kamis, 11 Okt 2018 16:26 WIB

Jangan Takut BBM Naik, Simak Cara Untuk Menghematnya

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Teknologi yang berkembang dalam industri otomotif memiliki beberapa tujuan, seperti misalnya membuat kendaraan menjadi lebih aman, nyaman, serta eco friendly atau yang lebih dikenal ramah lingkungan.

Teknologi ini tentunya didasari oleh tuntuntan pelanggan yang menginginkan tingkat keamanan dan kenyamanan yang lebih baik ketika mereka memiliki sebuah mobil dan mencari pengalaman berkendara yang memuaskan.

Untuk teknologi keamanan pada kendaraan, biasanya tidak terlepas dari standardisasi uji coba yang telah diterapkan oleh instansi terkait, seperti misalnya yang dilakukan oleh New Car Assessment Program (NCAP) yang bertugas melakukan uji tabrak.




NCAP ini lebih berfokus kepada hardware kendaraan yang meliputi casis atau beberapa perangkat keselamatan lainnya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pelanggan. Tak hanya dari teknologi hardware, hal penting lain seperti efisiensi bahan bakar juga sudah berubah signifikan seiring berjalannya waktu dan tuntunan bahwa kendaraan itu harus irit bahan bakar.

Tingkat konsumsi bahan bakar mobil masa lalu dengan mobil kontemporer sudah jauh berbeda dengan adanya pengaturan electronic control unit (ECU) yang lebih baik sehingga membuat mobil di era sekarang menjadi lebih irit bahan bakar (baik itu naturally aspirated maupun turbo, keduanya menganut penghematan bahan bakar yang lebih baik).

Teknologi irit bahan bakar ini dilakukan oleh pabrikan atau Agen Pemegang Merek (APM) karena mereka juga sadar bahwa ketersediaan minyak bumi semakin tipis yang otomatis membuat harga bahan bakar meningkat. Ditambah lagi dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.

Menyikapi situasi ini, ATPM sudah sangat berusaha memberikan teknologi terbaik di mesin kendaraan mereka. Namun pada kenyataannya, ada faktor lain yang sebenarnya menjadi pengaruh besar terhadap penghematan bahan bakar sebuah kendaraan, yaitu sikap dan cara mengemudi.



Rifat Sungkar selaku pereli nasional dan Direktur Rifat Drive Labs (RDL) mengungkapkan bahwa sikap dan cara mengemudi kita menjadi salah satu faktor yang menentukan hemat-borosnya suatu kendaraan.

"Sikap dan cara mengemudi adalah satu faktor utama dan terpenting untuk menentukan efisiensi bahan bakar. Semua akan menjadi lebih efisien ketika kita memiliki teknik berkendara yang baik. Teknik berkendara yang baik pun tidak selamanya tentang kecekatan atau keahlian kita dalam bermanuver, namun juga ketepatan kita dalam menyusun strategi rencana perjalanan," ungkap Rifat.

Ada dua hal yang membuat bahan bakar sangat boros, yang pertama adalah stop and go dan yang kedua adalah akselerasi yang dilakukan secara tiba-tiba. Untuk masalah stop and go, mungkin kita sudah tidak dapat mencari jalan keluar, karena pada akhirnya mau tidak mau kita harus mengalami kemacetan dalam suatu perjalanan. Namun, kita bisa mengakalinya dengan memiliki manajemen waktu yang baik. Untuk mendapatkan manajemen waktu yang baik, harus ada pengorbanan yang dilakukan.

"Sebagai contoh, dari tempat tinggal Anda dengan kantor yang cenderung memiiki jarak tempuh cukup jauh. Berangkat pukul enam pagi dengan pukul sembilan pagi sudah merupakan dua keadaan dan situasi jalanan yang berbeda dan akan menentukan efisiensi kendaraan. Anda dapat berangkat lebih pagi untuk menghindari jalan yang macet. Dengan menghindari kemacetan, otomatis bensin menjadi lebih irit," jelas Rifat.



Masalah kedua yang membuat bahan bakar boros adalah akselerasi yang dilakukan secara tiba-tiba. Masalah ini sebenarnya bisa kita atur dengan melakukan manajemen pengaturan jarak dengan kendaraan di depan kita. Cara mudahnya adalah dengan melakukan rumus tiga detik.

"Rumus tiga detik adalah jarak mobil kita dengan jarak mobil di depan. Dengan rumus tiga detik ini, kita tahu kapan harus bereaksi karena memiliki cukup jarak. Begitu juga ketika kita akan berakselerasi, kita menjadi tidak terpancing dengan kendaraan di depan karena memiliki jarak yang ideal," ujar Rifat.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah cruising atau berjalan dengan kecepatan yang konstan, karena kecepatan konstan itu sangat membantu efisiensi bahan bakar kendaraan Anda.

Ada pula cara lain yang bisa didapat untuk menghemat bahan bakar, yaitu dengan melakukan pengecekan tekanan angin ban kendaraan Anda. "Jangan anggap remeh
tekanan angin. Sama seperti jika kita naik sepeda yang bannya kempes, tentu akan terasa sangat berat. Begitu juga dengan bahan bakar, mesin akan bekerja ekstra keras untuk mentransfer tenaganya ke ban yang tekanan anginnya kurang sehingga berpengaruh kepada bahan bakar. Jika tekanan ban ideal maka mobil akan mendapatkan jarak tempuh yang lebih ringan dan lebih jauh dengan tingkat efisiensi yang baik," pungkas Rifat Sungkar.

Pada akhirnya, Rifat berpesan bahwa hal terakhir yang dapat kita lakukan untuk menghemat BBM adalah dengan mengevaluasi diri kita sendiri, terlebih dalam memperbaiki sikap dan cara mengemudi yang ideal. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed