Jumat, 21 Sep 2018 08:15 WIB

Drive with Rifat Sungkar

Bagaimana Cara Parkir Paralel Kendaraan dengan Benar?

Rifat Sungkar - detikOto
Trik parkir paralel (Foto: Fuad Hasim) Trik parkir paralel (Foto: Fuad Hasim)
Jakarta - Di berbagai tempat umum yang kita kunjungi, hal pertama yang kerap ditemui adalah keterbatasan lahan parkir, entah itu karena tempatnya yang ramai pengunjung atau memang kapasitas parkirnya yang tergolong sedikit. Tak jarang kita pun harus memarkirkan mobil secara paralel.

Namun di satu sisi, terkadang muncul masalah baru di mana saat hendak parkir paralel, kita merasa dikejar oleh waktu karena mungkin pengendara atau mobil di belakang kita sudah mengantre yang akhirnya menyebabkan kemacetan.



Rifat Sungkar selaku Direktur Rifat Drive Labs (RDL) memberikan instruksi bagi Anda yang mau tidak mau harus parkir paralel. Kata Rifat, jika Anda akan melakukan parkir paralel, Anda harus memerhatikan dulu ruang kosong tersebut apakah benar-benar muat untuk mobil Anda.

"Selanjutnya, Anda harus memposisikan mobil Anda berhenti, dengan posisi pilar B berada sejajar dengan bumper belakang mobil depan. Pilar B sendiri adalah satu titik yang posisinya berada di belakang pintu depan atau sejajar dengan penyangga safety belt bagian depan dari suatu mobil. Hal ini diperlukan karena pilar B itu biasanya adalah titik tengah rata-rata dari sebuah kendaraan," ungkap Rifat Sungkar.




Jika pilar B mobil Anda sudah berada sejajar dengan bumper belakang mobil depan, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membelokkan stir terlebih dahulu.

"Langkah ini yang biasanya orang-orang suka salah dan proses memarkir menjadi tidak efektif. Padahal ruang parkirnya tidak terlalu besar. Salah satu teknik utama dalam memarkir adalah selalu belokkan stir terlebih dahulu sebelum menjalankan mobil. Ini penting karena mobil punya radius putar, dengan kita membelokkan stir terlebih dahulu, itu akan mempersingkat radius putar mobil. Kalau hal ini tidak dilakukan, maka akan menyulitkan orang yang bersangkutan," ujarnya.



Rifat melanjutkan, jika kita sudah membelokkan setirnya patah ke kiri (misalnya parkir paralel ada di sebelah kiri jalan), kita siap memasukkan ke tuas persneling R. Jalankan mobil untuk mundur perlahan-lahan, kemudian ketika ban depan mobil kita sudah berada sejajar dengan bumper belakang mobil di depan, kita mulai olah stir ke arah yang berlawanan dan sesuaikan dengan ruang parkir yang ada.

"Jika kita melakukan teknik ini dengan tepat, maka kita akan terhindar dari kesulitan dan menghemat waktu kita sehingga pengendara lain tidak merasa terganggu," pungkas Rifat.

Infografis Parkir ParalelInfografis Parkir Paralel Foto: Fuad Hasim
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed