Jumat, 29 Jun 2018 13:43 WIB

Berkendara di Dekat Gunung Erupsi, Komponen Ini Harus Sehat

Ruly Kurniawan - detikOto
Letusan Gunung Agung. Foto: Reuters Letusan Gunung Agung. Foto: Reuters
Jakarta - Salah satu faktor penentu keselamatan saat berkendara adalah kesiapan dari kendaraan yang ingin digunakan itu sendiri. Karena meskipun sudah mengerti menggunakan teknik safety driving, kendaraan yang belum siap digunakan akan menyebabkan satu-dua masalah nantinya. Lantas bagaimana untuk berkendara di dekat erupsi gunung berapi, ya?

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menanggapi peristiwa erupsi Gunung Agung yang terjadi sejak malam tadi. Kepada detikOto, ia mengimbau untuk para pengendara yang masih ingin menggunakan mobilnya di lingkungan tersebut agar memastikan kembali beberapa komponen di mobil.



"Ada beberapa bahaya yang mungkin akan timbul saat mengemudi di kondisi lingkungan gunung yang sedang erupsi. Bagi yang masih ingin membawa mobil di lingkungan ini seperti Gunung Agung sekarang, pastikan kendaraan dalam keadaan sehat di mana lampu utama, wiper, dan air wiper serta ban dalam kondisi baik," ujar Sony kepada detikOto pagi ini, Jumat (29/6/2018),.

"Itu hal utama yang patut diperhatikan," lanjutnya.



Cara berkendaranya pun jangan disamakan saat melaju di jalanan normal. Jalanan berdebu itu lebih licin dibanding jalanan basah, kata Sony.

"Kurangi kecepatan kendaraan karena jalanan yang berdebu pasti lebih licin dibanding jalan basah sekalipun. Jangan ambil risiko percaya diri yang berakibat fatal. Jadi, waspada dengan segala risiko terjelek yang mungkin terjadi pada cuaca buruk. Mengemudi dengan teknik defensive meminimalkan risiko kecelakaan," paparnya. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed