Sabtu, 28 Apr 2018 10:08 WIB

Jangan Suka Parkir Mobil di Bawah Pohon Rindang!

Ruly Kurniawan - detikOto
Ilustrasi mobil terkena kotoran burung karena parkir di bawah pohon. Foto: Jalopnik Ilustrasi mobil terkena kotoran burung karena parkir di bawah pohon. Foto: Jalopnik
Jakarta - Masih banyak pemilik kendaraan roda empat yang memilih parkir di bawah pohon yang rindang. Hal tersebut dilakukan agar kendaraan terhindar dari paparan matahari secara langsung yang pada akhirnya akan berdampak pada memudarnya cat mobil. Namun sebenarnya, hal tersebut malah menimbulkan masalah baru loh, Otolovers. Sebab, kendaraan bakal terkena banyak kotoran yang susah dihilangkan.

Misalnya, kotoran serangga atau burung, getah pohon, sampai buah yang jatuh karena tertiup angin. Kalau sudah terkena hal itu, mobil akan sulit untuk dibersihkan dan bisa membuat bekas yang sangat terlihat di eksteriornya. Begitulah yang dipaparkan oleh CEO Topcoat Indonesia, Christopher Sebastian.


"Sekarang kan banyak mobil yang diparkirkan di luar rumah dan mayoritas memarkirkannya dibawah pohon yang rindang. Nah ini malah bahaya sebenarnya karena di sana akan ada semut, serangga, burung dari pohon yang buat kotoran. Kita terkadang tidak sadar nih, bahwa ada flek-flek membandel di eksterior mobil. Belum lagi getah pohon dan kotoran burung yang bahaya untuk cat mobil," katanya kepada wartawan di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Kalau sudah kena kotoran tersebut khususnya dari burung, sehari saja tidak dihilangkan ini bakal susah hilang. Sekalipun dibersihkan itu ada flek nya. Karena kotoran burung itu jahat sekali. Ketika dia kena, dia nyerap ke dalam," lanjut Sebastian.

Oleh karenanya, dia menyarankan untuk para pemilik dan pengendara mobil agar memarkirkan kendaraan di tempat yang proper. Bilamana harus diparkirkan dibawah pohon, alangkah baiknya untuk menutupi seluruh bagian luar mobil dengan sarung khusus.

"Kalau sudah kena kotoran tersebut, langsung dilap. Jangan malas. Itu problemnya sangat besar sekali. Belum lagi kalau ada binatang yang bertelur di sela-sela eksterior mobil, mobil bakal rusak," ujar Sebastian.


Agar kendaraan tetap cantik meski pengendara atau pemiliknya lalai, tidak jarang mobil sekarang yang menggunakan coating atau pelapis tambahan. Tujuannya, agar mobil gampang dibersihkan dari noda bandel. "Kalau mobil tidak ter-coating catnya bakal rusak. Jadi sekarang cukup banyak juga orang yang pakai coating untuk mobilnya," kata Sebastian.

Sapphire Coating dari Topcoat

Dikesempatan yang sama yakni gelaran IIMS 2018, Sebastian pun memperkenalkan produk terbaru dari Topcoat yakni Sapphire Coating. Menggunakan bahan Sapphire Serum, kekuatan hardness-nya mencapai 9H+ 5Mohs. Dalam artian, cat mobil tahan di suhu yang sangat ekstrem yakni 700 derajat celcius dan sampai 1000 kali cuci.

Terkena kotoran bandel seperti getah pohon, kotoran serangga, dan lainnya pun hanya dilap saja. Tidak perlu repot untuk datang ke salon mobil lagi.

"Coating dengan bahan sapphire serum adalah proses perlindungan yang bersifat permanen terhadap permukaan cat kendaraan yang berfungsi untuk melindungi, menahan usia pemakaian, mempermudah perawatan dan sebagainya. Bahan coating yang digunakan adalah senyawa kimia dari kaca sapphire berkualitas tinggi yang diproses dengan Nano German Technology, sehingga bodi kendaraan menjadi kilap dan tahan gores dalam jangka waktu bertahun-tahun," kata Sebastian.


Permukaan yang dilapisi oleh bahan tersebut akan memiliki sifat Super Oleophobic, yakni tidak mudah tertempel minyak ketika terkena tetesan BBM, kotoran, lumpur, dan debu. Super Hydrophobic pun hadir disana sehingga mobil menjadi anti air karena semua jenis cairan akan menggelinding jatuh seperti air di atas daun talas.

"Dia akan anti terhadap air. Jadi ketika terkena air hujan yang punya zat asam tinggi, airnya tidak mengendap. Langsung jatuh kebawah seperti daun talas. Jadi, mobil tidak perlu dicuci lagi ketika habis hujan-hujanan, cukup di lap saja," kata Sebastian.

Untuk Otolovers yang ingin melapisi mobilnya dengan bahan kimia ini harus rela mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 4,4 juta sampai Rp 6 juta tergantung dari ukuran mobil (kecil, menengah, atau panjang seperti Alphard atau Pajero). Sedangkan untuk motor, biayanya mulai dari Rp 1,3 juta sampai Rp 1,4 juta. Pengerjaannya hanya butuh waktu dua hari (dalam kondisi normal atau tidak terlalu kotor).

Botol Sapphire coating Topcoat tidak dijual secara umum karena bahan kimia-nya berbahaya. Maka, harus dibeli di tempat resminya dan langsung dipasang oleh orang yang berpengalaman. "Ini kita berikan garansi selama 3 tahun dengan catatan, tiap enam bulan sekali harus lakukan maintenance. Biaya maintenance Rp 500 ribu. Kita akan lakukan re-coating juga," tutup Sebastian. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed