Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Minggu 30 Juli 2017, 13:09 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Ban Sedan Dipasang di SUV?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Bagaimana Jadinya Jika Ban Sedan Dipasang di SUV? Foto: Dadan Kuswaraharja
Bogor - Setiap ban biasanya didesain khusus untuk jenis kendaraan tertentu. Ban untuk sedan didesain khusus sedan, ban untuk SUV dibuat untuk SUV. Bagaimana jika ban sedan dipasang di SUV?

PDP Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat menyebut, setiap ban itu punya spesifikasi beban atau yang disebut dengan load index. Jadi, jika ban itu disalahgunakan untuk kendaraan yang buat mengangkut beban lebih berat, tentu akan jadi masalah.

"Kalau ban (sedan) itu kita salahgunakan untuk di SUV yang punya beban berbeda, yang terjadi akan overload. Pada saat overload, kalau tekanan angginnya tidak cocok, dia akan rusak bannya," kata Refil ditemui di Sirkuit Sentul, Bogor.

"Yang lebih-lebih lagi, kalau enggak kuat dia akan separasi. Separasi maksudnya adalah karena, panas menampung beban terlalu besar, panasnya itu ketransfer ke konsrtuksi yang di dalam. Jadi baja sama karetnya itu pisah. Makanya nanti akan kelihatan bannya itu kayak benjol. Itu salah satunya adalah faktor overload. Jadi, put the right tire on the right speed, on the right load, on the right pressure," tambahnya.

Selain itu, kegunaan ban sedan dan SUV pun berbeda. Sedan biasanya memiliki downforce lebih rendah dan didesain untuk nyaman dan cepat. Kalau SUV, dimensinya agak tinggi dengan wheelbase yang lebih tinggi.

"SUV biasanya speed inde-nya enggak tinggi. Karena dia harus hitung G-Force. Biasanya horsepower-nya enggak begitu tinggi. Makanya ban untuk SUV dibikin enggak begitu kompleks desain tapaknya. Biasanya di SUV itu relatif simetris tapaknya," ucap Refil. (rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +