Sebenarnya persiapan untuk perjalanan kembali ke rumah tak jauh berbeda dengan mudik. Menurut Senior Instructor Indonesian Road Safety Agent (IRSA), Poedyo Santosa ada beberapa hal yang mesti di antisipasi saat perjalanan balik, apa saja itu?
"Sebetulnya intinya adalah melakukan perjalanan jauh, bisa mudik ataupun yang lain, mudik menjadi lebih ribet karena umumnya membawa oleh-oleh yang kadang jumlahnya sangat banyak, ditambah lagi kondisi lalin yang ramai bahkan cenderung macet, sehingga perjalanan yang harusnya dapat ditempuh belasan jam menjadi puluhan jam," kata Poedyo atau yang akrab disapa Ipung itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika barang bawaan banyak, sebaiknya dipaketkan, memang akan ada biaya tambahan namun perjalanan mudik akan lebih lega dan leluasa otomatis akan lebih aman," kata Ipung.
"Buat pemudik pengguna motor, sebaiknya motor dikirim via paket atau kereta api, jadi tidak mudik menggunakan motor, apalagi ditambah bagasi yang berlebihan dan keluarga sebagai pembonceng, sangat berbahaya," lanjutnya.
Kondisi fisik, mental dan kendaraan juga mesti maksimal. Bahkan jika flu saja cukup berpengaruh dalam stamina berkendara.
"Harus prima, sekedar flu sudah menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi dan lain-lain, sebaiknya tidak mengemudi. Siapkan rute alternatif. Saat diperjalanan, siapkan air minum dan makanan secukupnya, ada penumpang yang turut membantu memantau kondisi lalin lewat media online," imbuh Poedyo.
"Istirahat cukup, jangan paksakan, perhatikan tanda - tanda tubuh sudah mulai melemah seperti menguap, ngantuk," tutupnya. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat