Tips Pengecekan Tekanan Angin Ban

Tips Pengecekan Tekanan Angin Ban

Alfiza Satrio - detikOto
Jumat, 31 Mar 2017 14:37 WIB
Tips Pengecekan Tekanan Angin Ban
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Dalam mengendarai mobil untuk kegiatan sehari-hari tentu kita ingin selalu merasa nyaman. Kenyamanan berkendara dipengaruhi banyak faktor, salah satunya penggunaan ban yang terkadang luput dari perhatian kita.

Salah satunya adalah mengenai tekanan angin ban. Semakin sering dipakai, tentu performa ban akan berkurang, terutama dari segi tekanan anginnya.

Oleh karena itu, Goodyear memberikan beberapa tips untuk menjaga kondisi tekanan angin ban anda agar tetap dalam keadaan baik.

1. Periksa tekanan angin ban secara rutin

Foto: Dadan Kuswaraharja
Semua ban diisi dengan udara, yang berfungsi sebagai area penunjang antara kendaraan Anda dengan permukaan jalan. Seiring berjalannya waktu, tekanan angin pada ban pasti akan berkurang. Jadi lakukanlah pengecekan sekali dalam sebulan.

Tekanan angin yang tidak tepat akan memperpendek usia ban, serta dapat membuat kendaraan Anda tidak aman untuk dikendarai. Kerugian lainnya adalah semakin borosnya konsumsi bahan bakar.

2. Jangan sampai tekanan angin ban kurang

Foto: Dadan Kuswaraharja
Masalah yang kerap terjadi pada ban adalah kurangnya tekanan angin. Hal itu dapat mengakibatkan tingkat keausan ban yang tidak merata, tidak primanya kendaraan dalam menikung, serta melakukan pengereman dan yang paling buruk ban bisa pecah.

3. Periksa tekanan angin ban saat suhu dingin

Foto: Dadan Kuswaraharja
Hal ini penting dilakukan, karena penghitungan tekanan ban cenderung tidak akurat apabila dilakukan saat ban berada dalam suhu panas.

4. Perhatikan rekomendasi tekanan angin ban

Foto: Dadan Kuswaraharja
Tiap pabrikan kendaraan merekomendasikan tekanan angin tertentu untuk ban yang dipasang pada kendaraannya.

Daftar tekanan angin biasanya tertera pada label yang tertempel pada kendaraan (biasanya berkisar antara 32-36 psi). Jangan pernah membiarkan ban kendaraan anda hanya berisikan angin bertekanan di bawah 20 psi.

5. Perhatikan tata cara pengisian udara untuk ban Anda

Foto: Dadan Kuswaraharja
- Buka penutup lubang pengisian udara. Penutup berbahan dasar logam lebih baik dibandingkan dengan yang berbahan dasar plastik, karena bila katup pengisian mengalami kebocoran, penutup logam mampu menahan udara lebih baik.

- Tancapkan pengukur tekanan udara dengan tepat pada lubang pengisian udara kemudian perikasalah angka tekanannya.

- Pompalah ban Anda jika diperlukan. Sangat disarankan untuk memiliki pengukur tekanan angin sendiri, karena banyak pengukur tekanan di tempat-tempat pemompaan ban yang tidak terlalu akurat.

- Beberapa pengukur tekanan memiliki angka-angka yang tertera didalamnya sehingga pada saat memompa Anda harus memeriksa tekanan angin secara manual. Ada juga jenis pengukur yang lain dimana Anda cukup memasukkan angka tekanan yang diinginkan pada mesin pemompa dan pompa tersebut akan berhenti pada tekanan yang Anda inginkan.

- Pasangkan kembali penutup lubang pengisian udara untuk memastikan lubang tersebut terbebas dari debu dan kotoran. Debu dan kotoran akan menyebabkan kebocoran halus pada lubang pengisian udara.
Halaman 2 dari 6
(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads