Salah satunya adalah mengenai tekanan angin ban. Semakin sering dipakai, tentu performa ban akan berkurang, terutama dari segi tekanan anginnya.
Oleh karena itu, Goodyear memberikan beberapa tips untuk menjaga kondisi tekanan angin ban anda agar tetap dalam keadaan baik.
1. Periksa tekanan angin ban secara rutin
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
Tekanan angin yang tidak tepat akan memperpendek usia ban, serta dapat membuat kendaraan Anda tidak aman untuk dikendarai. Kerugian lainnya adalah semakin borosnya konsumsi bahan bakar.
2. Jangan sampai tekanan angin ban kurang
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
3. Periksa tekanan angin ban saat suhu dingin
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
4. Perhatikan rekomendasi tekanan angin ban
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
Daftar tekanan angin biasanya tertera pada label yang tertempel pada kendaraan (biasanya berkisar antara 32-36 psi). Jangan pernah membiarkan ban kendaraan anda hanya berisikan angin bertekanan di bawah 20 psi.
5. Perhatikan tata cara pengisian udara untuk ban Anda
|
Foto: Dadan Kuswaraharja
|
- Tancapkan pengukur tekanan udara dengan tepat pada lubang pengisian udara kemudian perikasalah angka tekanannya.
- Pompalah ban Anda jika diperlukan. Sangat disarankan untuk memiliki pengukur tekanan angin sendiri, karena banyak pengukur tekanan di tempat-tempat pemompaan ban yang tidak terlalu akurat.
- Beberapa pengukur tekanan memiliki angka-angka yang tertera didalamnya sehingga pada saat memompa Anda harus memeriksa tekanan angin secara manual. Ada juga jenis pengukur yang lain dimana Anda cukup memasukkan angka tekanan yang diinginkan pada mesin pemompa dan pompa tersebut akan berhenti pada tekanan yang Anda inginkan.
- Pasangkan kembali penutup lubang pengisian udara untuk memastikan lubang tersebut terbebas dari debu dan kotoran. Debu dan kotoran akan menyebabkan kebocoran halus pada lubang pengisian udara.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?