"Dicampur nggak apa, karena kan ibaratnya satu kadar sulfur 600 satu 3.500 saat kita nggak ketemu Dex dengan kadar sulfur 600 ketemunya Bio solar diisi aja nggak apa kok," kata Workshop Head PT Astra International Tbk-Isuzu Warung Buncit, Aedy Damhudy di Jakarta.
Menurut Aedy hal tersebut lebih baik dibanding membiarkan mobil hingga bahan bakarnya kosong sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kata Aedy penggunaan solar bukan berdasarkan yang kandungan cetanenya paling tinggi namun sebaiknya sesuai dengan kebutuhan mobil itu sendiri.
"Jadi sebetulnya kalau yang terbaik ya Dex, cuma kan ekonomis nggak, karena kan kualitas bahan bakar yang digunakan di mobil kita solar yang jenis mana, bukan lagi yang terbaik tapi yang sesuai peruntukkan," tutup Aedy. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Mobil Rp 150 Juta Banyak Seliweran, Kata Menko Airlangga Bikin Tambah Macet
Tanggapan TransJakarta soal Emak-emak Ngamuk Nggak Dikasih Duduk
Cas Mobil Listrik Berujung Maut, 5 Orang Tewas pada Kebakaran di Jakut