"Kenapa? Karena pada mesin dengan spesifikasi tinggi diperlukan pelumas sintetis penuh (full sintetis). Komponen mesin yang dibuat dengan tingkat presisi tinggi tidak lagi memerlukan adaptasi antara komponennya sehingga berbeda dengan pelumas mineral biasa," ujar General Manager Marketing Shell Lubricants Indonesia Dian Andyasuri, Kami s(25/9/2014).
Ia juga menambahkan bahwa produsen mesin mobil saat ini banyak merekomendasikan penggunakan pelumas full sintetis karena kemampuan pelumas sintetis dalam membersihkan dan melindungi mesin dalam berbagai situasi seperti kondisi macet, cuaca ekstrem, atau perjalanan jauh dengan membawa beban yang berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelumas sintetis biasanya diproduksi dari minyak bumi atau gas cair dengan menggunakan proses kimia terkini. Struktur molekul dan sifatnya dapat dikontrol dan dibuat memenuhi kebutuhan mesin modern.
Saat ini ada dua tipe pelumas sintetis, yaitu pertama: sintetis penuh (full sintetis) yang menggunakan bahan dasar sintetis 100% untuk mencapai tingkat kinerja tertinggi dibandingkan dengan penggunaan pelumas mineral dan teknologi sintetis. Kedua, teknologi semi sintetis, yang menggunakan minyak mineral dan sintetis untuk meningkatkan kinerja dibandingkan dengan penggunaan minyak mineral konvensional.
Beberapa keunggulan pelumas sintetis menurut Edward adalah, pelumas sintetis lebih stabil pada temperatur (suhu) tinggi sehingga memiliki kadar penguapan yang rendah, mampu mengendalikan atau mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, melumasi dan melapisi logam lebih baik sehingga mencegah terjadinya gesekan antar logam yang berakibat kerusakan pada mesin.
Selain itu, pelumas sintetis juga lebih awet terhadap oksidasi, menjaga mesin lebih dingin (mengurangi gesekan) dan mampu membersihkan mesin dari kerak.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas