Jika beberapa waktu lalu Rifat Sungkar, atlet sekaligus pemerhati otomotif Indonesia, pernah berbagi tips persiapan kendaraan, kali ini Rifat akan berbagi tips bagi para pengemudi yang akan pulang kampung.
"Persiapan mesin ketika berkendara jarak jauh memang penting, tetapi pengemudinya sendiri juga penting dan perlu diperhatikan. Kenyamanan dalam mengemudi harus tetap diutamakan," ujar pereli bernama lengkap Rifat Helmy Sungkar yang lahir di Jakarta 22 Oktober 1978 ini.
1. Wiper
|
Wiper
|
"Pastikan posisi air wiper jatuh tepat di titik jarak pandang mata. Selain itu, jangan lupa untuk memeriksa kondisi dan umur wiper, apakah sudah perlu diganti atau belum," jelas Rifat.
2. Hiburan
|
Ilustrasi
|
Hiburan dalam kendaraan merupakan satu hal yang baik untuk menjaga mood dan menjauhkan diri dari kejenuhan. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan memilih hiburan yang dapat mengganggu konsentrasi mengemudi.
"Hiburan itu penting bagi pengemudi, biar tidak jenuh, menjaga mood tetap baik, dan agar pengemudi nyaman dalam berkendara jarak jauh. Tipe hiburan yang saya anjurkan adalah musik, karena tidak mengganggu konsentrasi dan mudah dioperasikan,β ujar Rifat.
Musik yang didengarkan ritmenya juga perlu diperhatikan. "Jangan sampai karena mendengarkan musik yang bertempo cepat, kita juga jadi memacu mobil terlalu kencang," ujarnya.
3. Sedia Selalu Air Putih
|
ilustrasi (detikFoto)
|
"Air putih buat saya itu sepert power booster, terutama kalau mulai capek dan ngantuk ketika mengemudi," ujar Rifat.
Β
4. Attitude
|
ilustrasi
|
Hal yang pertama, si pengemudi haru memastikan apakah dirinya mampu untuk mengemudikan kendaraan dengan pertimbangan jenis dan kondisi kendaraan, jarak tempuh dan tujuan, dan kapasitas kendaraan.
"Attitude itu paling penting dalam mengemudi. Perhatikan rambu lalu-lintas dan hargai orang lain. Pengemudi yang terlalu agresif atau pun terlalu kalem juga tidak baik," jelas Rifat.
Menurut Rifat, laju lalu-lintas memiliki fase atau ritmenya. Pengemudi yang terlalu agresif ataupun terlalu kalem dapat mengggangu fase atau ritme berkendara pengemudi lain dan mereka mungkin tidak dapat mengikuti atau bereaksi.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat