Pihak bengkel pun tak ingin tahu, otomatis biaya kerusakan kita yang tanggung. Perilaku ini acap kali terjadi di setiap bengkel mobil di manapun. Dan untuk menghindari kejadian ini tentu diperlukan ketelitian pemilik mobil dalam memilih bengkel.
Service Manager PT Buana Indomobil Trada Kusnadi mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bengkel yang dituju benar-benar dipercaya. Pastikan bengkel bisa menjaga keutuhan mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tips agar mobil tidak dipakai 'jalan-jalan' oleh montir:
- Minta form pengecekan mobil. Biasanya bengkel resmimenyiapkan 2 form, satu untuk konsumen dan satu untuk bengkel. Cek list tersebut berisi kondisi mobil mulai dari odometer, konsidi bensin, list barang-barang seperti radio dan perlengkapan lainnya seperti kunci.
- Km mobil tidak bergerak lebih dari 1 km. Kondisi ini hanya untuk pekerjaan di seputar bodi. Alasan jarak tempuh kendaraan seharusnya tidak lebih dari 1 km karena mobil hanya jalan di sekitar bengkel seperti masuk ke ruang oven dan tempat pengeringan. Jika lebih dari 1 km, Anda berhak bertanya. Apalagi jika ada beberapa part mobil rusak. Dalam hal ini Anda berhak minta ganti rugi.
- Km lebih dari 5 km. Kondisi ini seperti ada kerusakan pada bagian mesin dan kaki. Soalnya montir perlu melakukan tes jalan dan mencari kelemahan setelah diperbaiki. Namun jika Anda mendapatkan kondisi odometer mobil Anda berlebihan, atau 100 km lebih, sebaiknya Anda tegaskan dibawa ke mana mobil selama menginap di bengkel.












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi