Contohnya seperti yang dilakukan oleh salah satu usher di booth Hyundai di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, Avilia Anjani. Ia mengaku menjalani profesi ini karena bisa gampang dapat uang.
"Mau jadi usher itu karena saya mikirnya uangnya gampang. Cuma pose doang di depan mobil, nggak susah. Dan bisa bantu nambah uang jajan. Nggak nyusahin orang tua juga. Mencoba belajar untuk jadi orang yang lebih mandiri aja," kata perempuan berusia 22 tahun itu, kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SPG atau usher di booth Hyundai Foto: Pradita Utama |
Avilia menjelaskan, seorang usher bisa menerima upah ratusan ribu rupiah, bahkan hingga di atas satu juta rupiah dalam satu hari.
"Paling kecil Rp 700 ribu, paling gede ada yang Rp 1,5 juta sehari. Jadi tinggal dikali 10 hari aja, rata-rata busa dapat Rp 10 juta,"
lanjut Avilia, sambil mengatakan jika dalam sehari ia bisa berjaga 6 jam lamanya.
Kendati harus berdiri di samping produk mobil berjam-jam, Avilia mengaku cukup senang bekerja sebagai usher. "Capek nggaknya tergantung. Kalau senang ya biasa aja. Tapi kalau misalkan ada rolling untuk duduk sih nggak terlalu capek," terang perempuan yang masih kuliah di jurusan Sastra Prancis.
(lua/ddn)












































SPG atau usher di booth Hyundai Foto: Pradita Utama
Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik