Senin, 08 Jan 2018 11:42 WIB

Mengenal CEO Cantik Perusahaan Motor Listrik Italia

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Energica Motor Company & Massimo Sestin (via Forbes) Foto: Energica Motor Company & Massimo Sestin (via Forbes)
Jakarta - Di Italia ada sebuah kawasan yang disebut Emilia-Romagna. Kawasan ini boleh dibilang sebagai ibukota otomotif Italia karena di sana ada markas Ferrari di Modena, Ducati dan Maserati serta Lamborghini di Bologna.

Selain kendaraan bermesin bakar, dari kawasan ini juga ada merek motor listrik Energica. Sebuah motor listrik yang bisa berlari kencang. Dan siapa menyangka perusahaan ini dipimpin oleh seorang perempuan canik bernama Livia Cevolini.

Dikutip forbes, Senin, perempuan berusia 36 tahun yang kerap disebut-sebut sebagai Elon Musk versi wanita.

Mengenal CEO Cantik Perusahaan Motor Listrik ItaliaFoto: energicamotor.com


"Industri otomotif, termasuk sepeda motor, didominasi laki-laki. Tapi, itu berubah. Karena banyak wanita yang juga menyukai sepeda motor, dan ini menunjukkan bahwa wanita bisa sangat ahli dalam bisnis ini," ujar Cevolini.

Sebagai catatan, keyakinan Cevolini sukses dengan perusahaan motor listriknya jelas bukan main-main. Karena Cevolini mengenyam dan menuntut ilmu pengetahuan teknik di Universitas Modena pada awal tahun 2000'an dengan 90 persen teman sekelasnya adalah laki-laki.

"Dosen dan teman sekelas laki-laki bersikap seolah-olah anak perempuan tidak bisa mendapatkan pelajaran, tapi tentu saja tidak," kata Cevolini.

Dia mengatakan para dosenya kerap menanyai mahasiswi apakah mereka memahami semua mata pelajaran yang diajarkan di bangku kuliah, namun tidak meminta siswa laki-laki hal yang sama, dengan asumsi bahwa anak laki-laki telah memahami konsepnya. Ketika para mahasiswi menjawab bahwa mereka mengerti, pelajaran selanjutnya akan beralih ke topik lain.

Cevolini mengubah ekspektasi rendah dari dosen dan rekannya sebagai motivasi agar lebih bagus dalam pelajaran dari mahasiswa. Setelah lulus, dia mengatakan bahwa dia termasuk siswa berprestasi tertinggi di kelasnya.

Bukan hanya di kelas yang Cevolini mengatakan bahwa dia menghadapi ketidaksetaraan. Saat masih jadi mahasiswi, dia menghabiskan waktunya di Formula 1 di Italia dan sering menjadi satu-satunya insinyur wanita yang belajar di sana.

"Saat berusia 16 atau 17 tahun, di saat saya masih belajar. Saya berbicara dengan seseorang dan mereka akan bertanya kepada saya, apakah Anda seorang jurnalis, atau Anda adalah umbrella girl? Dan saya akan mengatakan, tidak, sebenarnya, saya seorang insinyur, "katanya.

Setelah lulus, Cevolini bekerja sebagai direktur penjualan dan pemasaran di CRP Group, sebuah perusahaan teknik Italia yang mengkhususkan diri pada Formula 1, balap motorsport danaerospace.

Namun kecintaan Cevolini pada motor tidak terbendung, dan pada tahun 2010 dia membangun sebuah tim di CRP yang memproduksi sepeda balap listrik. Empat tahun kemudian ia mendirikan Energica di kota asalnya Modena.

Tidak berhenti memberikan kejutan, Cevolini mengatakan bahwa 30 persen dari 45 karyawan yang bekerja di markas besar Energica di Italia adalah wanita.

"Saya pikir Italia tertinggal dalam beberapa tahun," kata Cevolini tentang harapan masyarakat akan wanita. "Wanita bisa punya keluarga dan masih memiliki pekerjaan atau bahkan peran yang baik dalam bisnis, mereka tidak harus memilih," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa karyawan perempuannya sangat terampil dan bersemangat dengan pekerjaan. "Mereka memiliki sudut pandang yang berbeda," kata Cevolini tentang karyawan wanitanya. "Jadi sangat bagus, karena kita harus mengumpulkan semua ide terbaik di meja," ujarnya.

Cevolini memuji keluarganya karena mendorongnya untuk belajar bidang sains di universitas dan mendorongnya untuk mengembangkan karir di bidang bisnis. Dia ingin melihat lebih banyak wanita mempelajari teknik dan lebih banyak perempuan menyenangi teknik. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed