Putri Saudi Bersyukur Warganya Tidak Jadi Dicambuk karena Nyetir

Putri Saudi Bersyukur Warganya Tidak Jadi Dicambuk karena Nyetir

- detikOto
Kamis, 29 Sep 2011 17:44 WIB
Putri Saudi Bersyukur Warganya Tidak Jadi Dicambuk karena Nyetir
Riyadh - Arab Saudi adalah sebuah negara konservatif dimana wanita tidaklah diperkenankan untuk mengendarai mobil sendiri. Bila melanggar, hukuman akan dijatuhkan.

Seperti yang terjadi pada seorang wanita yang hendak dihukum cambuk karena mengendarai mobil sendirian. Untungnya, Raja Arab memberikan pengampunan dan putri kerajaan pun merasa bersyukur hukuman itu tidak jadi diberikan.

Adalah seorang wanita bernama Sheima Jastaniah dijatuhi hukuman cambuk di sebuah pengadilan di Jeddah. Sheima hendak dihukum 10 cambukan karena tertangkap sedang mengemudi pada bulan Juli.

Tragisnya hukuman cambuk yang diberikan pada Ghassaniya ini hanya berselang 2 hari setelah Raja Abdullah mengumumkan akan memberikan wanita kesempatan memberikan suara atau mencalonkan diri dalam pemilu lokal untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun 2015 mendatang.

"Terima kasih Tuhan, cambuk untuk Sheima dibatalkan Raja kita tercinta. Saya yakin semua wanita Saudi akan sangat bahagia, saya tahu itu," tulis Putri Amira al-Taweel, istri dari Pangeran Alwaleed bin Talal di akun twitternya seperti detikOto kutip dari AFP, Kamis (29/9/2011).

"Dalam masa-masa sulit kita berdiri bersama, di saat yang baik kami merayakan bersama-sama," kata sang putri. "Saya bangga menjadi Saudi. Untuk semua aktivis wanita Saudi terima kasih atas usahanya," tambah Amira.

Larangan mengemudi ini sendiri diberlakukan di Arab Saudi karena kalangan religius-konservatif mengganggap wanita tidak boleh mengemudi sendirian tanpa ditemani oleh seorang laki-laki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, tidak ada aturan baku yang mengaturnya, tetapi kementerian dalam negeri setempat beralasan aturan tersebut dibuat berdasarkan fatwa, atau perintah agama, yang mengatakan perempuan seharusnya tidak diizinkan untuk mengemudi.

Vonis ini adalah vonis pertama yang diberikan kepada wanita yang mengemudi mobil sendiri. Sebelumnya, sejumlah wanita juga sempat ditangkap dan ditahan beberapa hari akibat mengemudi mobil sendiri. Tapi wanita-wanita itu tidak diberi hukuman lebih lanjut.

Sejak pertama kalo diserukan, perjuangan wanita Arab Saudi untuk diizinkan mengemudi telah menuai banyak dukungan. 14 Senator beserta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton bahkan secara terbuka mengemukakan dukungannya terhadap kebebasan mengemudi bagi wanita.

Aktivis wanita di Ukraina bahkan juga sampai rela berdemo dengan bertelanjang dada.

(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads