Wanita Jagoan di Lintasan Balap Le Mans

Wanita Jagoan di Lintasan Balap Le Mans

- detikOto
Rabu, 15 Jun 2011 08:59 WIB
Wanita Jagoan di Lintasan Balap Le Mans
Le Mans - Peran wanita dalam dunia otomotif makin lama makin besar. Di lintasan balap pun wanita kini tidak lagi hanya bertugas memegang payung bagi para pembalap. Lihat saja Leena Gade yang berhasil menjadi female race engineer pertama yang memenangi balapan bergengsi Le Mans.

Keberhasilan Leena memangangi balapan Le Mans memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, Le Mans bukanlah balapan biasa yang hanya berlangsung puluhan lap dengan waktu hanya 1-2 jam saja, namun merupakan balapan panjang 24 jam non stop.

Dalam balapan ini Leena bertugas untuk memonitor segala sesuatu yang terjadi di tim balapnya mulai dari kondisi ban, bahan bakar, temperatur hingga cuaca. Dialah yang selalu memberi instruksi kepada pembalapnya Andre Lotterer selama 24 jam perlombaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku sangat senang. Ini sangat menakjubkan," ungkapnya ketika mobil Audi yang dikendarai pembalapnya menyentuh garis finis dan menang.

Le Mans kali ini pastinya akan terus berbekas di hati Leena, sebab sebelumnya tim Audi merasa was-was setelah 2 mobilnya mengalami kecelakaan di balapan. "Aku melihat awan abu yang tebal di monitor dan aku berkata 'itu mungkin salah satu dari kita.' Itu mengerikan," jelasnya seperti dilansir Guardian, Rabu (15/6/2011).

Kiprah Leena di dunia balap sendiri bermula ketika dia pertama kali melihat balapan Formula 1 di usia 13 tahun. Sejak saat itu, Leena yang kini sudah berusia 35 tahun langsung berambisi untuk masuk ke dunia yang didominasi kaum lelaku.

"Aku khawatir jika aku mendapatkan sesuatu yang salah, semua orang akan berpikir itu terjadi karena aku seorang wanita," katanya. "Menjadi perempuan membuat saya cukup terlihat, dan hal terakhir yang saya inginkan adalah sebuah reputasi, jadi saya harus melakukan yang terbaik," tambahnya.

Satu-satunya pengalaman buruk yang didapat Leena karena dia seorang wanita adalah ketika dia berusia 17 tahun dimana ketika itu dia bekerja untuk sebuah tim Formula 3.

"Saya diberitahu 'mekanika tidak untuk anak perempuan' Aku hanya berpikir 'Aku akan membuktikan bahwa Anda salah'," pungkasnya.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads