Dara cantik bernama Sheila Purnama Bulan ini pun menyadari benar hal tersebut. Sheila meminta agar seluruh masyarakat bergotong royong dengan kepolisian menjadikan jalanan menjadi aman.
"Kita tidak bisa lagi menaruh tanggung jawab hanya kepada polisi. Jumlah mereka terbatas. Karena itu, kita sebagai masyarakat juga harus sadar dan tertib berlalu lintas," ujar dara berusia 21 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu Sheila masih kelas 3 SMP saat sebuah motor menabraknya tanpa sebab.
"Saya sampai koma dan dirawat di rumah sakit 1 bulan. Lalu 2 bulan di rumah untuk recovery. Untungnya saya bisa ujian dan lulus," ceritanya.
Karena itu, Sheila mendorong masyarakat untuk lebih mematuhi peraturan lalu lintas. Ada atau tidak ada polisi di jalan.
"Karena ketika kita sudah tertib, paling tidak keluarga kita akan terpengaruh untuk ikut tertib dan semoga dengan begitu akan makin banyak lagi masyarakat yang sadar untuk tertib berlalu-lintas," pungkasnya.
Sementara untuk kampanye menyalakan lampu motor di siang hari, Sheila menyambut baik hal tersebut. Menurutnya kebijakan ini berguna untuk meminimalisasi angka kecelakaan di jalan.
"Dengan menyalakan lampu, pengendara lain terutama yang melaju berlawanan arah akan tahu keberadaan kita. Ini secara tidak langsung akan menghindari kita dari kecelakaan," katanya.
"Dan menyalakan lampu kan hal yang mudah. Tinggal tekan tombol, selesai. Kenapa tidak kita lakukan saja. Kenapa kita mempersulit diri kita dengan risiko kecelakaan," ujar None Jakarta tahun 2008 itu.
"Ingat selalu, kita punya keluarga. Kalau kita kecelakaan, bagaimana keluarga kita. Itu kan malah menyusahkan mereka," tutup Sheila.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi