"Pengen sih dimodifikasi, tapi mobil sudah diciptakan sesuai standarnya. Aku takut kalau dimodif-modif malah bisa membahayakan," ujarnya saat ditemui di acara Toyota Smart Driving, Restoran Pulau Dua, Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
Kalau pun mau mengubah mobil, paling Sandra hanya ingin mengubah tampilan dalam mobilnya saja. "Aku mau paling indoor-nya saja, paling tape-nya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soalnya aku banyak menghabiskan waktu di mobil. Jadi mobil harus bersih nyaman. Aku kalau pulang ke rumah cuma untuk numpang tidur, sisanya waktunya lebih banyak dihabiskan di mobil," ujarnya.
Sandra pun membawa semua perlengkapannya seperti peralatan make up ke mobilnya. Sering memakai make up di dalam mobil diakuinya bukan kebiasaan yang baik kala mengemudi.
"Aku sering ngaca make-up dan telepon di dalam mobil. Dengan mengikuti smart driving ini aku jadi tertegur dan merasa berdosa karena telah berlaku tidak baik dan membahayakan diri sendiri," ujar Sandra. (ddn/tbs)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!