Sekitar 7 tahun lagi, mobil yang bisa berjalan sendiri atau autonomous car juga disebut autopilot akan berseliweran di jalanan dunia.
Subaru akhirnya memutuskan untuk mulai mengembangkan teknologi ini. Salah satunya dengan mengembangkan eyesight.
Selama ini Eyesight yang sudah dimiliki Subaru Forester (mobil di Indonesia tanpa fitur ini) menggunakan dua kamera yang berada di dalam interior di sebelah kaca spion dalam kabin. Fitur ini merupakan mata kedua selain mata pengendara, fitur ini mampu memprediksi bila akan terjadi tabrakan di depan kendaraan kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya fitur EyeSight juga bisa memberitahukan seberapa besar kendaraan yang berada di depan, atau bisa memberitahukan apa saja yang ada di depan kendaraan.
Nah ke depan, fitur ini akan kian canggih. Eyesight akan memiliki fungsi mengarahkan kemudi.
"Selama pengembangan Eyesight generasi terbaru, kami fokus pada teknologi untuk mendukung autonomous driving pada satu lajur kendaraan. Penting juga bagi kami untuk meningkatkan kemampuan kendaraan menghindari risiko kecelakaan. Subaru akan menggunakan teknologi masa depan ini untuk mobil autonomous," ujar GM Pengembangan Eyesight Subaru Tsutomu Iwase.
Namun dia menegaskan, untuk membuat sebuah mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan manusia membutuhkan proses yang panjang.
"Dan Eyesight generasi selanjutnya adalah langkah pertama untuk melakukan hal itu. Tentunya untuk membuat sebuah mobil autonomous, membutuhkan banyak sensor, mulai dari memasang Eyesight," ujarnya.
Teknologi autonomous saat ini tengah giat dikembangkan oleh berbagai perusahaan termasuk Google. Namun dia menekankan ada perbedaan mendasar antara yang dilakukan Subaru dengan perusahaan lain.
"Kami percaya kalau berkendara selalu menjadi tanggung jawab pengemudi. Jadi bagi kami adalah persoalan mengenai integrasi, jadi saya rasa tujuan kami berbeda dengan Google," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?