Hingga pertengahan Juni 2013, Lexus telah berhasil mengirimkan 7.600 unit New IS kepada pecintanya di Jepang, melebihi 10 kali lipat dari target yang telah ditetapkan yakni 800 unit. Bahkan 72 persen penjualan Lexus IS yang terjual adalah varian hybrid.
Nah hal ini membuat Lexus yakin New IS hybrid bakal memenangkan pertarungan dengan varian hybrid asal Eropa di dataran benua biru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar Hybrid IS kompetitif di Eropa ada beberapa faktor yang perlu dilakukan, yaitu dengan menyajikan produk yang powerful dan Eco Friendly. Bahkan setiap produk harus lembut dan senyap, dan tentu dengan memiliki harga yang kompetitif," kata Toshio Sato.
Toshio Sato pun mengakui pesaing utama dari Lexus IS Hybrid adalah sebuah mobil yang memiliki mesin diesel berkapasitas 3.0 liter. Dimana kendaraan diesel adalah kendaraan yang paling digemari di Eropa dibandingkan dengan Hybrid.
Namun Sato memiliki langkah pasti untuk bisa merebut hati pecinta mobil ramah lingkungan di Eropa. Dengan menyajikan IS yang bisa menekan polusi dengan 99 gram karbon dioksida per kilometer sesuai dengan pengukuran oleh Uni Eropa.
Bahkan Lexus IS dijanjikan bisa menyemburkan 220 tenaga kuda dan effisiensi bahan bakar akan ikut diselipkan didalamya. Sehingga jelas Lexus IS akan menjadi lebih baik dari pesaing mereka yang memiliki mesin diesel yang bisa menghasilkan sekitar 120 gram per kilometer.
New Lexus IS Hybrid masih mempercayakan untuk menggendong mesin 2.5 liter Alkinson dengan perputaran mesin yang sama seperti mesin Crown hybrid. Di Jepang New Lexus IS Hybrid dibanderol 4.800.000 yen atau mencapai Rp 502 jutaan
















































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi