Dijelaskan instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, idealnya tol layang Japek mempunyai pintu exit setiap 10 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jusri, adanya pintu exit setiap 10 km bisa mempercepat evakuasi kendaraan mogok, maupun orang-orang yang sedang mengalami kondisi darurat. "Misal pengendara yang kehabisan bensin, atau dia capek dan ngantuk, seperti itu," terang Jusri.
detikcom mencoba bertanya soal kemungkinan penambahan pintu exit tol Japek, kepada Project Manager Japek II Elevated PT Waskita Karya, Fathur Rozaq. Namun Fathur mengatakan, bahwa itu menjadi wilayah Jasa Marga.
"Secara desain yang sudah disetujui BPJT, sudah kami laksanakan, terkait manajemen emergency exit adalah domain Jasa Marga," kata Fathur, melalui pesan singkat, kepada detikcom, Minggu (22/12/2019).
"Untuk penyempurnaan konstruksi di expantion joint dan maintenance selama 3 tahun menjadi tanggung jawab kami kontraktor," terangnya.











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE